SBY Minta Kader Demokrat Hindari Perbuatan Tercela

Kompas.com - 10/12/2012, 07:10 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menekankan kepada para kader untuk menghindari perbuatan-perbuatan tercela. Imbauan ini disampaikan Yudhoyono dalam pertemuan anggota dewan pembina dengan anggota fraksi di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/12/2012) malam.

"Kita membicarakan, juga memberi arahan, maka salah satu yang jadi penekanan Pak SBY adalah ke depannya, kader-kader Partai Demokrat menghindari perbuatan-perbuatan tercela," kata Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat Saan Mustopa di Puri Cikeas, Bogor.

Saan hadir dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu bersama pengurus partai lainnya, antara lain, Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf, Ruhut Sitompoel, dan I Gede Pasek Suardika. Dia ditanya langkah Partai Demokrat menghadapi Pemilu 2014 di tengah skandal kasus korupsi yang menjerat sejumlah kader partai.

Selain imbauan tersebut, katanya, Yudhoyono menawarkan pakta integritas bagi kader-kader yang memangku jabatan tertentu. "Berlaku untuk anggota DPR saat ini," katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, Yudhoyono ingin calon legislatif dari Partai Demokrat ke depannya mempunyai pakta intergitas. "Artinya, semua punya loyalitas terhadap partai dan bangsa dan negara," kata Nurhayati.

Dia juga mengatakan, pertemuan Cikeas Minggu malam ini sama sekali tidak menyinggung soal Andi Mallarangeng yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Ditegaskannya, Partai Demokrat menyerahkan masalah tersebut ke proses hukum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau