Massa Memblokade Jalan Saat Demo Antikorupsi

Kompas.com - 10/12/2012, 15:08 WIB

SUKOHARJO, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa turun ke jalan dan membakar ban di pertigaan Pabelan, Kartsura, Sukoharjo, Senin (10/12/2012) siang. Aksi membakar ban bekas tersebut disertai dengan membakar 13 keranda buatan dari kertas.

Massa yang terdiri dari BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Cabang Surakarta sempat akan memblokade jalan Yogyakarta-Solo, tetapi niat tersebut diurungkan mahasiswa setelah bernegosiasi dengan aparat.

Akhirnya, mahasiswa menggelar orasi dan menyampaikan aspirasi di tengah jalan di pertigaan Pabelan meskipun tidak sampai mengganggu arus lalu lintas. Polisi pun melakukan penjagaan ketat selama aksi mahasiswa tersebut.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dari kompleks Kampus UMS melakuan longmarch dan mengajak mahasiswa lainnya untuk bergabung. Aksi mahasiswa tersebut masih dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada Minggu (9/12/2012).

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera mengusut kasus korupsi dalam bailout Bank Century, proyek Hambalang, dan kasus-kasus lain. Mahasiswa menganggap kasus korupsi sudah menyebabkan rakyat miskin menjadi lebih miskin.

"Selain menuntut pemberantasan korupsi, kita juga mendesak Presiden SBY untuk mundur karena telah gagal memerangi korupsi," kata Aditya Yoga Pratama, koordinator aksi.

Massa pun membubarkan diri seusai membacakan pernyataan sikap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau