Gorong-gorong Tertutup Akibatkan Luapan Kali Baru

Kompas.com - 10/12/2012, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir kiriman dari Bogor yang kerap kali datangi Jakarta masih menjadi persoalan yang pelik, khususnya bagi masyarakat sekitar Pusat Grosir Cililitan (PGC). Perilaku buang sampah sembarangan dan pemeliharaan saluran air Kali Baru selama ini terkendala karena tertutupnya gorong-gorong yang ada di bawah Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.

Hal ini diduga menjadi penyebab tidak berfungsinya secara optimal gorong-gorong tersebut. Air dari Kali Baru yang meluap pun menyebabkan sejumlah pemukiman di sekitar Kali Baru dilanda banjir.

"Saya mengetahui ada warga yang mengeluhkan luapan kali baru, karena itu kita akan melakukan upaya agar keluhan warga itu dapat ditindaklanjuti," kata Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur Suhartono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/12/2012) malam.

Ia memaparkan, selama ini perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan juga mengakibatkan aliran air menjadi tersendat. Sementara, pemeliharaan gorong-gorong yang terdapat di bawah PGC agak sulit dilakukan. Sebab, letaknya di bawah gedung sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pembersihan dengan menggunakan alat berat karena harus manual. Tapi karena gorong-gorong tersebut tertutup, petugas pun kesulitan untuk melakukan pembersihan.

Sesuai ketentuan awal saat PGC dibangun, kata dia, gorong-gorong tersebut tidak diperkenankan untuk ditutup. Surat yang sudah dikirimkan kepada pihak PGC belum dikonfirmasi.

"Kami mengirimkan surat yang isinya agar PGC segera membuka gorong-gorong tersebut untuk kami bersihkan, atau pihak PGC harus rutin membersihkannya sendiri," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Manager Building Pusat Grosir Cililitan (PGC) Akub Sudarsa mengatakan bahwa gorong-gorong itu tidak sulit dibuka.

"Bahkan sudah ada dua penutupnya yang kami buka. Kami juga rutin melakukan pembersihan," kata Akub.

Menurutnya, jika pihak Sudin PU Tata Air ingin melakukan pemeliharaan, kapan saja penutup gorong-gorong tersebut dapat dibongkar. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau