PURWOKERTO, KOMPAS.com -- Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Banyumas, Jawa Tengah, menyerahkan seekor kucing kepada perwakilan dari DPRD setempat di sela-sela deklarasi "Purwokerto Kota Antikorupsi", Senin (10/12/2012). Kucing sebagai simbol perlawanan rakyat untuk mengungkap tikus-tikus koruptor yang merajalela.
Ketua IMM Cabang Banyumas Umar Abdullah mengatakan, korupsi adalah musuh bersama, mulai dari rakyat biasa hingga lembaga pemerintah. "Parahnya, korupsi di Indonesia justru dianggap sebagian orang sebagai hal wajar," katanya.
Dalam unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Banyumas memperingati Hari Antikorupsi Sedunia tersebut, massa juga membawa sejumlah poster yang antara lain bertuliskan, "Bersihkan Banyumas dari Korupsi", "Tuntaskan Kasus Century", "Usut Tuntas Kasus Korupsi", dan "Hukum Mati Para Koruptor ".
Mahasiswa juga menggalang pembubuhan tanda tangan oleh sejumlah warga yang melintas sebagai wujud dukungan deklarasi "Purwokerto Kota Antikorupsi". "Masyarakat juga punya kewajiban berperan dalam pemberantasan korupsi," ujar Umar.
Anggota Komisi C DPRD Banyumas, Maryatin, yang menerima aspirasi mahasiswa juga akhirnya menandatangani spanduk deklarasi tersebut. "Saya mendukung aspirasi mahasiswa. Saya juga menyerukan pelaksanaan Pilkada Banyumas 2013 bersih tanpa korupsi," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang