Kediri

Penambang Pasir Tewas Tertimbun Pasir

Kompas.com - 10/12/2012, 19:28 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur melakukan penyelidikan atas kematian Rudi Prayoga (30), seorang penambang pasir yang tewas tertimbun pasir di kawasan Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto.

"Kami masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi," kata Ajun Komisaris Surono, Kepala Subbag Humas Polres Kediri Kota, Senin (10/12/2012).

Kejadian tersebut, kata Surono, bermula saat Sabtu (8/12/2012), korban bersama para rekannya tengah melakukan penggalian di areal pertambangan pasir kawasan sungai Brantas. Saat penggalian dilakukan, dinding tebing yang terdiri dari struktur pasir, tiba-tiba longsor dan menimpa korban yang tak sempat melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, korban tewas di lokasi kejadian. Setelah berhasil diaangkat, jenazahnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum, dan saat ini telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Pascakejadian itu, pemerintah setempat berjanji akan lebih tegas melakukan penutupan areal pertambangan. Sebab, selama ini pertambangan pasir di areal sungai Brantas adalah tindakan ilegal. " Agar kejadian itu tidak terulang, kita akan lebih giat lagi melakukan patroli," kata Djati Utomo, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Kediri.

Di kawasan sepanjang sungai Brantas, Kota Kediri terdapat beberapa titik pertambangan. Mereka mengambil pasir dengan cara mengambil langsung dari dasar sungai atau menggalinya ditepian sungai. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau