Basuki: Korupsi Itu Sengaja Memperkaya Diri

Kompas.com - 11/12/2012, 11:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan pandangannya terkait kasus tindak pidana korupsi. Menurutnya, seseorang, khususnya pejabat, baru dapat dinyatakan terlibat kasus korupsi apabila terbukti sengaja ingin memperkaya diri.

"Yang kena itu harus betul-betul sengaja memperkaya diri secara ilegal. Ada bukti dari penelusuran aliran dananya," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Basuki menegaskan, para pejabat yang diduga terlibat suatu kasus korupsi bisa saja berdalih terpaksa melakukan dengan alasan ada dalam koridor kebijakan. Itulah mengapa dirinya bersikukuh kasus korupsi dapat dibuktikan melalui penulusuran aliran dana.

Bila dikaitkan, hal ini senada dengan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan hari antikorupsi sedunia di Istana Negara, Senin (10/12/2012) kemarin. Dikatakan Presiden, berdasarkan pengalamannya memimpin negara, ada dua kasus korupsi, yakni yang disengaja, dan yang tak disengaja.

Kasus korupsi yang tak disengaja umumnya terjadi lantaran pejabat terkait tak memahami peraturan perundang-undangan sehingga dinyatakan terlibat setelah mengeluarkan suatu kebijakan tertentu.

Menanggapi itu, Basuki menyatakan sependapat dengan Presiden. Ada waktunya seorang pejabat harus mengambil sebuah kebijakan demi kelancaran negara, tetapi kemudian ditafsirkan salah. Ia juga mengaku tak merasa terbelenggu merencanakan dan mengeksekusi suatu kebijakan karena yang terpenting baginya adalah demi kepentingan warga dan semua dapat diawasi dengan transparan.

"Hakim kan punya nurani, pasti kebaca apakah korupsi atau enggak. Kalau niatnya korupsi pasti memperkaya diri secara ilegal," ujarnya.

Berita terkait lainnya dapat diikuti di: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau