Warga Jakarta Akan Nikmati Monorel Tahun 2015

Kompas.com - 11/12/2012, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Jakarta akan dilengkapi dengan moda transportasi monorel pada tahun 2015. Warga Jakarta akan menikmati dengan harga tiket Rp 9.000.

Demikian terungkap dalam pemaparan PT Jakarta Monorail (JM), beberapa waktu lalu di Balaikota, seperti disampaikan juru bicaranya, Bovananto, Selasa (11/12/2012).

PT JM mengajukan harga tiket Rp 9.000. Rute Jakarta Monorail sepanjang 30 km yang terdiri dari Rute Jalur Hijau 14,5 kilometer (Kuningan, Dukuh Atas, Pejompongan, Senayan, Gatot Subroto, SCBD; dan Jalur Biru 15,5 kilometer (Kampung Melayu, Tebet, Casablanca, Tanah Abang, Mall Taman Anggrek).

"Harga tiket ini ditentukan melalui kajian yang mempertimbangkan kemampuan masyarakat Jakarta," ujar Bovananto.

Menurut Bovananto, sebelum semua sistem jaringan transportasi massal Jabodetabek optimal, masyarakat masih harus mengeluarkan biaya untuk moda-moda lanjutannya semacam feeder atau transfer moda.

Bovananto juga mengemukakan, konsorsium Baru PT Jakarta Monorail terdiri atas 90 persen investor baru dan 10 persen pemilik lama. Investor baru yang mendukung adalah dari perusahaan swasta nasional.

Seluruh pembiayaan akan ditanggung 30 persen dari modal konsorsium, dan 70 persen dari pembiayaan perbankan. Konsorsium terdiri atas PT Adhi Karya yang juga bagian dari konsorsium lama PT Jakarta Monorail.

"Total investasi Rp 6,9 triliun, terdiri atas Rp 2,3 triliun modal konsorsium, dan pinjaman dana sebesar Rp 4,6 triliun. Seluruhnya dibiayai oleh pendanaan swasta tanpa dibiayai dari APBN atau APBD. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat DKI," kata Bovananto.

Target penyelesaian proyek untuk Jalur Hijau pada akhir 2015 dan Jalur Biru Oktober 2016. PT Jakarta Monorail dan PT Adhi Karya mengusulkan ada perbedaan untuk rute atau trase.

PT Jakarta Monorail mengusulkan untuk meneruskan proyek yang telah berjalan sesuai dengan kajian yang sudah dibuat dan disetujui dan telah ada dalam konsesi sebelumnya. PT Adhi Karya mengusulkan trase yang baru.

Menyinggung berita bahwa konsorsium PT Jakarta Monorail sejak dulu tidak mampu menyelesaikan proyek monorel, itu tidak benar.

Menurut Bovananto, "Kesiapan finance kami pada saat itu sangat siap, dengan dukungan dari Dubai Islamic Bank dan juga beberapa perbankan nasional. Hanya saat pergantian kepemimpinan DKI tahun 2007 kami ketahui bahwa ada keinginan Pemprov untuk meredefinisi proyek, yang tentunya akan memengaruhi berbagai skema investasi."

"Redefinisi itu antara lain dihilangkannya trase Blue Line (Jalur Biru), juga adanya wacana Pemprov DKI untuk menjadikan rute tersebut bus layang di jalur monorel," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau