Bagaimana Pangeran Harry Akan Menjadi Paman yang Hebat

Kompas.com - 11/12/2012, 16:07 WIB

KOMPAS.com - Saat kakak iparnya, Kate Middleton, mengumumkan kehamilannya beberapa hari lalu, Pangeran Harry (28) yang sedang bertugas di Afganistan langsung menelepon untuk mengucapkan selamat. Ia juga mengirim pesan agar Kate segera pulih dari serangan morning sickness-nya.

Banyak orang memprediksi, Harry -seorang pilot helikopter Apache- bakal menjadi paman yang baik untuk keponakannya nanti. Selama ini, Harry memang dikenal dengan perangainya yang bengal dan kekanak-kanakan. Melalui yayasan yang didirikannya bersama Pangeran William, The Royal Foundation of The Duke and Duchess of Cambridge and Prince Harry, pria lajang ini banyak berinteraksi dengan anak-anak. Harry punya cara yang alami dalam bergaul dengan mereka.

"Ia akan menjadi paman yang hebat -bayangkan bagaimana ulahnya dengan anak-anak. Aku sudah bisa membayangkannya," tutur seorang kerabat kerajaan.

Bukan hanya Harry yang diramal akan menjadi paman yang baik, Pippa Middleton (28) pun diperkirakan akan menjadi bibi yang menyenangkan. Meskipun ini akan menjadi pengalaman pertama mereka menjalani peran sebagai paman dan bibi, Harry dan Pippa tampaknya telah siap.

"Setiap orang pasti memerlukan Paman Harry dan Bibi Pippa dalam hidup mereka," demikian laporan ABC News mengenai berita kehamilan The Duchess of Cambridge. "Ada Pippa yang sangat stylish, dan Paman Harry yang lucu dan menyenangkan, jadi menurut kami mereka akan menjadi orang-orang hebat yang selalu ada nantinya. Anda bisa membayangkan suasananya pasti sangat menyenangkan."

Kontributor untuk Istana Buckingham juga memprediksi bahwa Harry dan Pippa pasti akan menjadi bapak dan ibu baptis putra atau putri Kate. Maklum saja, Kate sangat dekat dengan adiknya, Pippa. Sedangkan William pun dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Harry. Jadi, bisa dipastikan Harry dan Pippa akan menjadi pilihan utama.

"Mereka sudah menjadi pendamping pengantin pria dan wanita saat pernikahan pasangan ini, mereka adalah keluarga yang sangat dipercaya," imbuh sang kontributor. "Harry akan mewakili sisi kerajaan, sedangkan Pippa akan mewakili sisi keluarga Middleton. Tentu, belum waktunya memikirkan hal-hal semacam itu, namun bila berbicara mengenai peran sebagai bapak dan ibu baptis, mereka calon terkuat."

Harry saat ini masih berada di Afganistan, dan baru akan kembali awal tahun depan. Namun, karena kehamilan Kate juga masih dalam tahap yang sangat awal, Harry harus lebih bersabar untuk menyambut keponakannya nanti.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau