Polda Metro Siap Tampung Roki Kembali

Kompas.com - 11/12/2012, 17:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menyatakan kesiapannya menerima kembali Roki Apris Dianto (29), terpidana teroris yang melarikan diri dari lantai empat rutan Polda Metro Jaya, Selasa (6/11/12) silam.

Roki tertangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri saat berada dalam bus di Terminal Madiun, Jawa Timur, Senin (10/12/2012), pukul 19.30 WIB, dalam perjalanan dari Surabaya ke Solo, Jawa Tengah.

"Polda Metro Jaya akan menerima kembali jika Roki ditempatkan di rutan Polda," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (11/12/12).

Namun Rikwanto juga menekankan bahwa penerimaan tersebut akan diiringi dengan koordinasi yang lebih baik dalam hal penjagaan. "Perbaikan tersebut terutama mengenai penjagaan saat waktu pembesuk datang maupun pergi," kata Rikwanto.

Saat melarikan diri, Roki memang mampu mengecoh petugas yang berjaga di rutan tersebut. Dengan mengenakan cadar, pria ini berbaur dengan sekitar 23 pembesuk perempuan bercadar yang datang hari itu. Padahal, rutan lantai 4 dijaga ketat sesuai standar operasi Densus 88 Antiteror Polri, karena rutan tersebut memang khusus tahanan kasus terorisme.

Selain itu, tidak satupun dari para perempuan yang datang pada hari itu hendak menjenguk Roki. Karena itulah, salah satu langkah yang ditempuh adalah penempatan petugas Polwan untuk ikut berjaga di waktu besuk.

"Saat ini ada 10 petugas Polwan yang diberikan tugas untuk menjaga di waktu besuk. Namun jumlah petugasnya akan disesuaikan dengan jumlah pembesuknya," kata Rikwanto.

Roki ditangkap pada Mei 2011 di sebuah dusun di daerah Sukoharjo atas keterlibatannya dengan kegiatan terorisme. Ia pun telah mendapat vonis penjara enam tahun dan ditempatkan di lantai 4 rutan narkoba Mapolda Metro Jaya bersama 69 tahanan kasus terorisme lainnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau