Jokowi Diharapkan Bangun Rusun di Kapuk Muara

Kompas.com - 11/12/2012, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono meninjau langsung lokasi kebakaran di Kapuk Utara II, Kelurahan Kapuk Muara. Dalam kunjungannya tersebut, Bambang menyatakan perlu merelokasi warga ke tempat hunian yang layak.

Menurutnya, lokasi kebakaran merupakan pemukiman kumuh yang padat penduduk. Namun, mengenai kepastian rencana tersebut, pihaknya masih mengkaji kembali rencana ke depannya seperti apa.

Bambang menyatakan akan melaporkan hal tersebut ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berkenaan dengan tempat tinggal yang layak bagi korban kebakaran. Hal itu juga sesuai dengan instruksi Gubernur mengenai penataan daerah kumuh agar tertata rapi.

"Karena tanah ini belum tahu milik siapa. Apakah nanti ingin seperti di Kampung Sawah yang tanahnya dibeli pemerintah kemudian dibangun rumah susun (rusun) agar warga menempatinya, atau kerjasama dengan pemilik lahan kita belum tahu. Kita masih mencari bentuk," kata Bambang, Selasa (11/12/2012).

Bambang mengatakan bahwa saat ini sudah dilakukan upaya menampung warga korban kebakaran dengan membangun tenda dan juga fasilitas kesehatan yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Di sana, warga bisa memperoleh fasilitas air bersih, makanan, dan pelayanan kesehatan gratis selama mereka masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

"Tindaklanjutnya bagaimana menjaga warga masyarakat ini jangan sampai kelaparan, jangan sampai kesakitan, jangan sampai mereka tidak mandi dan tidak bisa cuci tangan. Kita persiapkan fasilitas kesehatan dua puluh empat jam. Ada dapur umum, bantuan pakaian dan makanan, baik untuk anak kecil maupun orang dewasa termasuk untuk bayi seperti susu dan sebagainya," jelas Bambang.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB pagi tadi dan membakar ratusan bangunan dengan areal seluas 1,2 hektar yang dihuni 800 KK atau 2.500 jiwa. Pihaknya turut merasa prihatin dengan kejadian tersebut.

Dengan adanya usul tempat hunian baru bagi warga yang lebih layak dan tertata rapi, Bambang berharap kejadian seperti kebakaran tidak akan terulang lagi. Sebab ini merupakan kebakaran kali kedua yang terjadi di lokasi yang sama.

Pantauan Kompas.com, sejumlah tenda dan bantuan kepada ribuan warga yang mengungsi terus berdatangan dan dibangun. Saat ini sejumlah warga nampak telah menempati beberapa tenda yang telah disediakan.

Fasilitas cek kesehatan dan unit pendukung dari mobil pengangkut air bersih, dan toilet umum sudah mulai digunakan oleh warga. Selain itu, bantuan tenda dari sejumlah pihak dan juga dari PMI tampak sudah berdiri di lokasi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau