Skandal hambalang

Kasus Andi, Momentum Tepat untuk Rombak Kabinet

Kompas.com - 11/12/2012, 18:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso menilai penggantian posisi Menteri Pemuda dan Olahraga menjadi momentum yang tepat dan terakhir bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan perombakan atau reshuffel Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Penggantian Menpora bisa dilakukan perombakan menteri. Tapi jika memang beliau berkehendak mengadakan perombakan," kata Priyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Hal itu dikatakan Priyo menyikapi wacana reshuffel pascamundurnya Andi Alfian Mallarangeng sebagai Menpora. Andi mundur setelah tersangkut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Hambalang, Jawa Barat.

Priyo berpendapat Presiden bisa mengganti menteri yang kinerjanya tak sesuai target Presiden. Presiden bisa memakai penilaian Unit Kerja Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang akan disampaikan awal 2013 .

Priyo menambahkan, penggantian juga bisa dilakukan terhadap menteri yang gemar membuat gaduh sehingga menimbulkan kontraproduksi terhadap kementeriannya. Priyo tak mau menyebut siapa menteri yang dimaksud.

"Sehingga sisa dua tahun kurang ini akan didorong untuk menuntaskan pekerjaan di kementerian. Setiap Presiden pasti ingin meninggalkan legacy. Tapi terserah Presiden, beliau yang punya hak," pungkas politisi Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan, tugas dan tanggungjawab Menpora kini dipegang oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono hingga ditunjuknya Menpora baru. Belakangan ini, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam dinilai kerap membuat gaduh.

Baca juga:
Sebelum Jadi Tersangka, Andi Mallarangeng Minum Air Awet Muda

Nazaruddin, Angie, Menpora, dan ...
Andi Mallarangeng: Saya Baik, Baik...
Andi Mallarangeng di Mata Sahabat Masa Kecil
Setelah Mundur, Andi Mallarangeng Kembali Mancing dan Baca Buku

Berita-berita terkait bisa diikuti di liputan khusus: Skandal Proyek Hambalang

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau