RI-Australia Perkuat Kerja Sama Transportasi Kawasan

Kompas.com - 11/12/2012, 18:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia telah memperkukuh komitmen untuk membuat udara, jalan, dan jalur air di kawasan kita lebih aman.

Transportasi adalah suatu prasyarat utama pertumbuhan ekonomi dan pembangungan di kawasan kita dan di abad Asia ini. Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa sistem transportasi kita aman serta efisien.

"Menteri Perhubungan RI Letjen (Purn) E E  Mangindaan dan saya bersama-sama menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama pada sektor transportasi yang telah diperbarui di Jakarta pada hari ini. Ditandatangani pertama kali pada tahun 1995, nota kesepahaman ini merupakan bukti kekuatan hubungan kami dengan Indonesia, salah satu dari tetangga kami yang paling erat dan penting," papar Menteri Infrastruktur dan Tranportasi Australia Anthony Albanese dalam siaran pers, Selasa (11/12/2012).

Nota kesepahaman yang ditandatangani pada hari ini menghadirkan mekanisme formal untuk menerapkan langkah-langkah baru yang disepakati pada bulan September di bawah Paket Bantuan Keselamatan Transportasi Indonesia (ITSAP).

Langkah-langkah tersebut mencakup:

1. Pertukaran perwira BASARNAS dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA)
Pertukaran perwira akan dijadikan satu di lembaga-lembaga mitra dan akan tersedia selama operasi-operasi SAR. Mereka juga akan ambil bagian dalam pelatihan dan pembimbingan dan menerima paparan pada lingkungan operasi lembaga mitra mereka. Para perwira AMSA yang bergabung dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) akan dapat membantu kegiatan-kegiatan lainnya, termasuk menerapkan gambar yang lebih baik dan kemampuan komunikasi.

2. Peningkatan informasi pelacakan kapal
Kemampuan ini akan secara akurat menghadirkan gambar kapal yang mendekati real-time yang beroperasi atau sedang melewati kawasan SAR Indonesia. Basarnas akan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kapal-kapal niaga yang dapat membantu selama operasi SAR.

3. Peningkatan komunikasi satelit maritim
Kemampuan ini akan memungkinkan Basarnas untuk dengan segera berkomunikasi melalui satelit Inmarsat dengan kapal-kapal niaga yang diidentifikasi dari gambar kapal selama operasi SAR. Kapal dapat dihubungi melalui siaran darurat atau secara langsung ke kapal masing-masing. Kapal-kapal tersebut kemudian dapat dialihkan untuk membantu operasi-operasi SAR.

4. Latihan SAR tambahan
Komponen paket proyek ini menawarkan latihan-latihan SAR (SAREX) yang jauh lebih maju dan menantang guna mengembangkan lebih jauh lagi kapabilitas-kapabilitas yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Latihan-latihan ini akan memungkinkan pengerahan aset-aset SAR dan koordinasi aset dari  beberapa lembaga.

5. Diskusi SAR secara teratur
Serangkaia n pertemuan atau lokakarya yang teratur untuk berbagi informasi teknis dan memajukan saling pengertian akan diselenggarakan secara bergantian di Australia dan Indonesia, dan untuk memajukan praktik SAR yang terbaik.

Setiap tahun, lebih dari satu juta orang melakukan perjalanan antara dua negara kita, sementara itu berjuta-juta jiwa lainnya menggunakan berbagai moda transportasi untuk berkeliling Nusantara yang luas.

Sebagian besar hubungan transportasi laut dan udara kami melewati Nusantara sehingga Australia mempunyai kepentingan nasional yang jelas dalam menggalang kerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan efisiensi hubungan-hubungan ini. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau