Corinthians Ingin Samai Barcelona

Kompas.com - 11/12/2012, 22:06 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Klub asal Brasil, Corinthians ingin menyamai rekor Barcelona juara dua kali di Kejuaraan Dunia Antarklub yang berlangsung di Jepang. Namun sebelum mewujudkan impian itu, Corinthians akan menghadapi Al Ahly di babak semifinal, Rabu (12/12/2012).

Meski lebih difavoritkan, mereka juga tidak mau menganggap remeh wakil dari negeri Mesir itu. Corinthians datang ke ajang ini dengan rekor fantastis. Mereka pantas berjalan dengan kepala tegak karena menjadi tim pertama sejak tahun 1978 yang menjuarai Piala Libertadores tanpa terkalahkan.

Dalam perjalanannya meraih gelar mereka menang delapan kali dan enam kali imbang. Selain punya rekor bagus, para pemain Corinthians juga punya ambisi yang kuat untuk menjuarai Piala Dunia Antarklub kali ini. Jika juara, nama klub ini akan sejajar dengan klub raksasa asal Spanyol, Barcelona, sebagai klub yang telah dua kali menjuarai turnamen ini. Corinthians terakhir kali menjadi juara pada tahun 2000 silam.

Ditinjau dari kekuatan tim, Corinthians lebih difavoritkan dibanding Al Ahly. Namun, dalam sepak bola selalu saja ada faktor kejutan. Hal inilah yang tidak diinginkan pemain-pemain Corinthians ketika menghadapi Al Ahly.

Turnamen tahun 2010 silam setidaknya bisa menjadi pelajaran bagi pemain-pemain Corinthians. Ketika itu tim asal Afrika TP Mazembe dari Republik Demokratik Kongo membuat kejutan dengan menjungkalkan prediksi, mengalahkan juara Libertadores Internacional dengan angka meyakinkan 2-0.

"Kejutan seperti inilah yang tidak kami inginkan. Kami harus fokus melawan Al Ahly dan tidak memikirkan pertandingan final," kata pemain belakang Corinthians Alessandro.

Hal senada juga diungkapkan pemain Corinthians lainnya, Paulinho. "Semua orang memberi amanat supaya kami mampu mencapai final dan begitu juga dengan kami sendiri. Dengan segala hormat untuk tim-tim lawan, tentu saja," ujar Paulinho.

Sentimen serupa juga disuarakan Fabio Santos, yang pernah menjuarai ajang serupa bersama Sao Paulo, 2005 silam. "Setelah kekalahan Internacional dari Mazembe, beban menjadi bertambah. Akan menjadi frustrasi kalau sampai kalah di pertandingan pertama," tegasnya.

Tim asal Amerika Selatan sudah tidak pernah lagi memenangi turnamen ini sejak wakil asal Brasil, Internacional kalah dari Barcelona 0-1 di partai final tahun 2006.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau