Stok Obat Bius Habis, 6 Pasien Batal Dioperasi

Kompas.com - 12/12/2012, 14:49 WIB

PAREPARE, KOMPAS.com - Enam orang pasien batal menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terpaksa harus dibatalkan, karena persediaan obat bius habis.

Menurut seorang pasien yang enggan disebut namanya, dia seharusnya menjalani operasi pada Senin (10/12/2012). "Saya rencananya akan dioperasi, namun menurut pihak rumah sakit, stok obat bius habis. Saya heran, masak RSUD Andi Makkasau kota Parepare, yang menyandang gelar rumah sakit rujukan, kehabisan obat bius," ujarnya, Rabu (12/12/2012).

Ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Humas RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, Ramli, mengatakan sebenarnya stok obat bius tidak habis, melainkan hanya berkurang.

"Memang, jadwal operasi enam pasien kemarin batal, karena obat bius berkurang. Bukan saya katakan habis. sementara untuk obat bius dengan operasi ringan atau SITO. Sementara pasien yang batal di operasi enam orang tersebut di karena dianggap operasi berat," ungkap Ramli.

Hal berbeda disampaikan oleh Plt.Direktur RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, Dr Djamal Sahil, mengatakan stok obat bius di rumah sakit banyak. "Siapa bilang stok obat bius di rumah sakit ini berkurang, banyak kok," jawabnya sambil berlalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau