Cokelat Bantu Redakan Batuk Kronis

Kompas.com - 12/12/2012, 16:48 WIB

KOMPAS.com – Manfaat cokelat bagi kesehatan sudah sejak lama dikenal.  Salah satu khasiat yang terbukti secara ilmiah adalah membantu meredakan batuk.

Penelitian terbaru para ahli menunjukkan bahwa cokelat dapat dijadikan pilihan bagi mereka yang menderita batuk persisten. Sejenis senyawa dalam cokelat yang disebut theobromine efektif dalam mengurangi gejala batuk baik yang sifatnya akut maupun kronis.

Penelitian sebelumnya di National Heart and Lung Institute Inggris menunjukkan bahwa  theobromine bahkan lebih efektif daripada codeine, obat yang banyak digunakan dalam menangkal aksi dari saraf sensorik yang memicu refleks batuk.

Dalam riset terbaru yang dipresentasikan dalam British Thoracic Society's di London beberapa waktu lalu, para peneliti memantau sekitar 300 orang yang mengalami batuk kronis pada 13 rumah sakit di Inggris. Kemudian mereka memberikan dosis theobromine kepada pasien tersebut dua kali sehari selama dua minggu. Studi menemukan bahwa 60 persen dari pasien dalam penelitian ini mengalami rasa lega setelah mengonsumsi theobromine.

Meskipun kabar ini baik, namun para peneliti mencatat cokelat tidak dapat menyembuhkan karena mereka menemukan bahwa gejala kembali setelah pengobatan berakhir.

Batuk kronis adalah batuk yang berlangsung delapan minggu atau lebih. Beberapa gejala batuk kronis termasuk sulit tidur, otot-otot dada sakit, dan kebocoran urin. Dalam kasus yang parah, batuk kronis dapat menyebabkan muntah, patah tulang rusuk ringan.

Menurut Mayo Klinik penyebab pasti dari kondisi tersebut terkadang sulit untuk ditentukan, namun penyebab paling umum dari batuk kronis adalah merokok, asma dan refluks asam lambung, yang dapat mengiritasi tenggorokan seseorang. Para ahli mengatakan bahwa batuk kronik baru dapat hilang saat penyebab utamanya disembuhkan.

Dalam studi tersebut, para peserta diberi dosis 1.000 mg theobromine. Faktanya, satu ounce cokelat hitam tanpa pemanis mengandung 450 mg theobromine, sedangkan cokelat hitam dengan pemanis mengandung 150 mg, sedangkan cokelat susu hanya 60mg. Hal ini dapat dijadikan dasar bahwa mengonsumsi satu batang cokelat hitam setiap hari memberikan asupan theobromine yang cukup untuk meredakan batuk kronis.

Menurut Alyn Morice, kepala Hull Cough Clinic, sekaligus ketua penelitian,"Ini adalah obat yang sangat efektif. Namun dengan mengonsumi cokelat dalam waktu lama dapat memberikan efek lain yang tidak diinginkan seperti kenaikan berat badan, dan sebagainya.”

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau