Guru Harus Mulai Pendidikan Wirausaha di Kelas

Kompas.com - 12/12/2012, 17:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mencetak generasi yang berani mengambil risiko dan mengeksplorasi hal baru, pendidikan wirausaha mulai digagas dan dimasukkan dalam metode pembelajaran di sekolah. Pengajar Wira The Language Institute Bandung, Dian Sulistyo, mengatakan bahwa pengaplikasian pendidikan wirausaha dalam metode pembelajaran berawal dari guru. Guru harus paham dengan nilai-nilai kewirausahaan yang berguna membentuk karakter anak didik.

"Intinya dari guru dan sekolah dulu. Dimulai dari guru baru sistemnya bisa jalan dengan baik," kata Dian saat National Educators Conference 2012, di Mulia Business Park, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Menurutnya, guru hanya sebagai mediator di dalam kelas dan memegang peran penting saat awal dan akhir pembelajaran. Sementara saat proses belajar berjalan, guru harus percaya pada anak didiknya dan hanya bertugas memantau serta mengawasi.

"Biasanya kalau saya memberi penjelasan dan mengarahkan anak-anak saat awal pertemuan. Selanjutnya, anak-anak mengembangkan sendiri," ujar Dian.

Tidak hanya itu, guru juga sebisa mungkin tidak menginterupsi proses diskusi atau pembahasan ide kreatif dari anak didiknya tersebut. Pasalnya, jika guru terlalu banyak menyela proses diskusi anak maka pada akhirnya anak akan berhenti untuk menelurkan ide kreatif.

"Jangan dibatasi biarkan mereka berkembang. Kita hanya mengawasi saja. Baru nanti saat akhir kita evaluasi bersama. Yang terpenting kan tujuan mengajak anak untuk kreatif itu berjalan," tandasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau