Casillas: Akademi Barca Juga Pernah Mandul

Kompas.com - 13/12/2012, 08:58 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Kiper Real Madrid, Iker Casillas, mengatakan, sepak bola memiliki siklusnya sendiri. Akademi Barcelona yang kini sedang produktif, dulu juga pernah kesulitan melahirkan bintang.

Casillas mengatakan hal itu menanggapi wacana yang membandingkan produk akademi Barcelona, La Masia, dengan akademi Real Madrid. Barcelona kini lebih banyak mengandalkan pemain didikan La Masia daripada membeli pemain dari klub lain. Sebaliknya, Madrid lebih banyak mengandalkan pemain luar negeri yang dijual dengan harga-harga mahal.

"Memang, saat ini Barcelona bisa memainkan 11 pemain asli didikan mereka sendiri. Tapi, aku ingat betul pada 11 atau 12 tahun lalu mereka bermain dengan 11 pemain asing," kata kapten Madrid tersebut saat diwawancara surat kabar La Sexta.

"Hal-hal seperti ini terjadi dalam siklus dan mereka tak bisa terus membesar-besarkan telah memainkan 11 pemain didikan akademinya. Beberapa tahun lalu mereka juga nyaris diperkuat pemaina sing semua, ketika (Carles) Puyol dan Xavi (Hernandez) baru memulai kariernya," lanjut Casillas.

Tentang timnya yang banyak mengandalkan pemain asing, Casillas menjawab, "Di Madrid tentu saja aku ingin melihat pemain didikan klub lebih banyak. Tapi, Madrid adalah klub penting yang harus diperkuat pemain-pemain terbaik di dunia. Terkadang, pemain-pemain terbaik datang dari luar negeri."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau