Stimulasi Janin dengan Cara yang Simpel

Kompas.com - 13/12/2012, 10:53 WIB

KOMPAS.com - Dari penelitian medis, bayi yang besar dan sehat memiliki kecerdasan lebih baik ketimbang bayi yang kurang berat badan. Fakta ini dipaparkan  dr Ari Widodo, SpOG, spesialis kandungan dari RS Tria Dipa, Pancoran, Jakarta Selatan. Masih menurut dr Ari, agar bayi dapat memperoleh berat badan sehat sebaiknya ibu hamil mulai ekstra makan setelah usia kehamilah mencapai 27 minggu atau 7 bulan.

Selain itu, selama kehamilan kecerdasan anak telah terbentuk sekitar 30 persen. Perkembangan otak dan kecerdasan ini akan terus berkembang hingga seseorang menginjak usia 21 tahun.

Namun masih ada beberapa kiat agar bayi terlahir cerdas. Berikut beberapa tips dari dr Ari bagi para Ibu untuk memberikan stimulus bagi bayi cerdas.

Jaga emosi. Ibu hamil perlu selalu menjaga kondisi emosi. Ingat, ibu yang cemas akan melahirkan bayi yang cemas. Ibu yang pemarah juga kan melahirkan bayi yang pemarah. Sejak dalam kandungan, janin dapat belajar karakter dan merasakan emosi ibu. Ibu yang bahagia juga memungkinkan nutrisi yang lebih baik bagi bayi sehingga otak tumbuh lebih optimal.

Berikan musik. Saat kehamilan berusia 20 minggu, bayi sudah mulai dapat mendengar. Stimulus suara berkekuatan 5000 hingga 8000 Hz. Suara berkekuatan ini dapat menembus cairan ketuban dan mencapai pendengaran bayi. “Bisa dengan memperdengarkan musik Mozart untuk bayi. Banyak penelitian menyebutkan, DHA dan musik sangat berperan dalam pertumbuhan kecerdasan janin dalam kandungan.

Ajak bicara. Saat berusia sekitar 30 minggu dalam kandungan, janin dapat mendengar dan mengingat kata-kata. Saat ini, janin juga dapat mengingat kata-kata yang membuatnya sedih sebagaimana yang dilontarkan Ibu kepadanya.

Sugesti yang baik-baik. Saat telah menginjak kehamilan 24 minggu, ibu sebaiknya banyak mengajak bayi berbicara. Saat usia ini bayi sudah dapat memberikan respons berupa gerakan. Namun berikan sugesti yang baik-baik, misal mengatakan anak baik, anak pintar, anak soleh, dan sebagainya. Kata-kata ini akan selalu diingatnya dan anak juga akan menjadi anak yang tenang ketika telah lahir.

Makan sehat. Upayakan tetap makan sehat kendati sedang mual dan muntah. Jika tak mampu menelan makanan dalam porsi normal, cobalah makan dengan porsi kecil dan bervariasi.

(Tabloid Nova/Laili)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau