Bedah rumah

Dede Yusuf Tidur di Rumah Tak Layak Huni

Kompas.com - 13/12/2012, 17:12 WIB

BANDUNG,KOMPAS.com - Air mata nenek Minta (83) mengalir deras ketika rumah reyotnya kedatangan tamu yang tak disangka-sangka Kamis (13/12/2012).

Janda tua penjual makanan ringan di sekolah dasar (SD) Jagapura Lor ini tak membayangkan rumahnya yang tak layak huni di Gegesik, Kabupaten Cirebon ini diinapi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi.

Kepada masyarakat dan wartawan yang berkerumun di rumahnya, Minta mengatakan pernah mendapatkan isyarat melalui mimpi."Saya mimpi didatangi macan besar, macannya baik, penurut dan tidak jahat," ujar nenek Minta dengan dialeg Cirebonan.

Keharuan nenek dua anak ini makin menjadi-jadi tatkala Dede Yusuf memimpin langsung proses lelang bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) itu. Dalam lelang itu Dede menyumbang Rp 10 juta, masyarakat setempat ada yang menyumbang keramik, pasir, semen, batu dan kayu, jika diuangkan mencapai Rp 25 juta.

Kediaman Ibu Minta akan direnovasi sesuai dengan standar minimal rumah sehat layak huni. "Tanahnya cukup besar untuk ditinggal Ibu Minta sendiri, jadi saya serahkan kepada panitia renovasi untuk membangun ulang bangunan agar perawatannya terjangkau oleh Ibu Minta," ujar Dede.

Tokoh pemuda setempat, Muchlisin Ikrom yang ditunjuk sebagai ketua panitia bedah rumah berjanji secepat mungkin merenovasi rumah Ibu Minta. "Ini amanat mulia dunia akhirat, saya bertanggung jawab. Kalau bulan depan Kang Dede datang lagi rumahnya sudah direnovasi," ujar Muchlisin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau