KOMPAS.com - Tanggal 14 dan 15 Desember, Partai Demokrat akan menggelar Silaturahmi Nasional dan perayaan ulang tahun ke-11. Lebih dari 5.000 anggota legislatif dan struktur partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono ini direncanakan hadir di Sentul International Conference Center, Bogor.
Yudhoyono yang saat ini Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat akan hadir berpidato. Acara di Sentul itu akan jadi acara resmi terbesar Demokrat setelah rapat koordinasi nasional (rakornas), 23-24 Juli 2011 di tempat yang sama.
Saat rakornas pada 2011, kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang mulai muncul. Mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin masih buron. Dari persembunyiannya, Nazaruddin mengemukakan kronologi dan siapa saja yang terlibat kasus itu. Saat itu, dari Nazaruddin pula muncul informasi tentang dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor.
Spanduk yang dibentangkan mengungkapkan suasana batin Demokrat: ”Ya Allah, jauhkan kami dari fitnah, buruk sangka, dan adu domba” dan ”Bebenah hari ini, berhasil hari esok”
Saat membuka rakornas, Yudhoyono menekankan lagi garis politik Demokrat, yaitu cerdas, bersih, dan santun. Kader yang tidak segaris diminta meninggalkan Demokrat.
Pernyataan serupa disampaikan Yudhoyono saat silaturahim pendiri dan deklarator Demokrat pada 13 Juni 2012 di Jakarta. Dalam pertemuan tertutup dengan anggota dan Pengurus Pusat Partai Demokrat di Cikeas, 9 Desember lalu, menurut anggota Dewan Pembina Demokrat, Melani Leimena Suharli, Yudhoyono juga mengatakan, ”Jika ada kader-kader yang tidak nyaman, silakan cari tempat lain.”
Tiga kali menyampaikan pernyataan yang sama, belum terlihat jelas tindak lanjutnya. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ketika diminta menanggapi pidato Yudhoyono pada 13 Juni 2012 hanya mengatakan, semua yang disampaikan Yudhoyono benar.
Perkembangan terlihat dari proses hukum kasus-kasus yang melibatkan dan diungkap Nazaruddin. Sejumlah informasi yang diungkapkannya dan semula dianggap rekaan, terbukti.
Angelina Sondakh diberhentikan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat dan diberhentikan sementara dari DPR setelah jadi terdakwa kasus wisma atlet. Andi Mallarangeng mundur sebagai Sekretaris Dewan Pembina Demokrat setelah jadi tersangka Hambalang.
Seperti disampaikan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Demokrat Ruhut Sitompul, sanksi sosial dan politik dari kasus-kasus itu makin dirasakan Demokrat. Popularitas dan elektabilitas Demokrat terus turun.
Saat Pemilu 2014 tinggal 1,5 tahun, sejumlah pertanyaan kembali muncul. Apakah dalam silaturahmi nasional dan perayaan HUT Demokrat akhir minggu ini Yudhoyono akan mengulang pernyataan yang disampaikannya pada 23 Juli 2011, 13 Juni 2012, dan 9 Desember lalu?
Tentunya, pengulangan pernyataan saja tidak diharapkan. Sebagai partai pemenang Pemilu 2009, dinamika di Demokrat akan memengaruhi kondisi bangsa secara umum. (NWO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang