Bone

Mabuk Bersimbah Darah, Ricuh di UGD

Kompas.com - 13/12/2012, 21:57 WIB

BONE, KOMPAS.com - Seorang pria mabuk ditemukan terkapar dengan kondisi bersimbah darah akibat luka serius pada bagian kepala serta tangan, di sebuah pos ronda di Kelurahan Pallengorang, Kecamatan Taneteriattang, Kecamatan Tanetriattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (13/12/2012) sekira pukul 19.35 WITA.

Korban yang diketahui bernama Ahmade (41), warga Jalan Husein Jeddawi, Keluarahan Macege ini pertama kami ditemukan oleh Irwansyah, salah seorang petugas jaga di perguruan tinggi negeri di Kabupaten Bone. Selain itu, motor Yamaha Mio Soul bernomor polisi DD 6341 WQ juga ditemukan terperosok di pinggir jalan.

"Saya kebetulan lewat dan liat dia penuh darah jadi saya telepon polisin karena banyak sekali darahnya," ujar Irwansyah.

Kuat dugaan, korban mengalami kecelakaan lalulintas akibat pengaruh minuman keras. Aparat kepolisian dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polisi Resor (Polres) Bone yang dipimpin Aiptu Sunu Salwito yang tiba di Tempat Kejadian Perkaran (TKP) langsung mengamankan korban.

Namun, niat baik aparat polisi ternyata ditangapi lain oleh korban.  Dia melawan dan malah menolak untuk dibawa ke rumah sakit. "Kenapa saya mau dibawa ke rumah sakit saya ini normal dan tidak apa-apa," bentak Ahmade.

Setelah melalui proses lama, lelaki itu akhirnya berhasil dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru. Meski demikian, dia tetap membuat ulah dengan mengamuk hingga membuat sejumlah petugas medis panik di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Aksi ini berakhir setelah korban pingsan tak sadarkan diri.

"Dugaan sementara, korban terjatuh dari motornya karena mabuk berat tapi kami tetap akan lakukan penyelidian," tegas Aiptu Sunu Salwito, Kepala Unit SPKT Polres Bone.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau