Tol Senayan Ditutup, Jasa Marga Merugi Rp 400 Juta

Kompas.com - 14/12/2012, 13:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengalami kerugian akibat penutupan pintu tol Senayan hingga Rp 400 juta. Hal ini sebagai imbas demo dari Perhimpunan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di depan Gedung DPR/MPR Senayan.

Direktur Operasional Jasa Marga Hasanuddin menjelaskan, kerugian ini merupakan kerugian transaksi tiket masuk tol sejak pagi hingga saat ini. Karena tol ditutup akibat massa PPDI memblokade jalan tol di depan Gedung DPR/MPR, pemasukan perseroan pun nihil.

"Kerugian pintu tol diperkirakan Rp 400 juta. Itu tidak termasuk pagar pintu tol yang dirusak massa. Nilainya mencapai Rp 20 jutaan," kata Hasanuddin di Jakarta, Jumat (14/12/2012).

Hasanuddin menambahkan, kerugian itu disebabkan oleh penutupan pintu tol Senayan sekitar 2,5 jam. Namun, hingga saat ini, lajur tol Senayan di seputaran Semanggi sudah mulai normal. Untuk mengantisipasi hal-hal anarki selanjutnya, pihak polisi dan Jasa Marga pun berjaga-jaga di sekitar jalan tol tersebut.

"Soalnya, ada usaha mereka memblokade dengan mobil (di tengah jalan tol), tapi polisi dan kami terus akan menjaga di lokasi," tambahnya.

Sekadar catatan, aksi unjuk rasa dari ribuan demonstran yang berasal dari PPDI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/12/2012), menyebabkan kemacetan parah di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Selain kemacetan dari arah Semanggi menuju Slipi, Jakarta Barat, pantauan pada pukul 09.00 WIB, kemacetan juga melebar hingga kawasan Jalan Asia Afrika, Senayan, hingga ke daerah Palmerah, Slipi, dan Grogol. Jalur Asia Afrika yang tak lebih dari dua kilometer harus ditempuh dalam waktu hampir satu jam dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Jalur lurus ke arah Hotel Mulia Senayan dari arah Senayan City di Jalan Asia Afrika pun ditutup bagi kendaraan roda empat. Mobil-mobil dipaksa berbelok ke arah pintu satu Senayan, menuju Jalan Jenderal Sudirman. Sementara kemacetan parah telah terjadi di kawasan depan Hotel Mulia, seberang patung Panahan, Senayan.

Lintasan ke arah Kantor TVRI di Jalan Gerbang Pemuda dipenuhi kendaraan yang tidak dapat bergerak. Demikan pula dari arah Hotel Mulia ke belakang Gedung DPR, hingga pintu perlintasan kereta api Palmerah. Jalur jalan dua arah di belakang DPR ditutup menjadi satu arah ke arah Palmerah. Ekor dari kemacetan ini pun terlihat di kawasan arteri Permata Hijau, baik yang ke arah Pondok Indah maupun ke arah Slipi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau