Wamenhub: ERP Lebih Efektif Dibanding Ganjil-Genap

Kompas.com - 14/12/2012, 18:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono menyarankan agar pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan electronic road pricing (ERP) terlebih dahulu daripada menerapkan peraturan ganjil-genap. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah menggodok untuk menerapkan peraturan ganjil-genap yang rencananya akan direalisasikan mulai Maret 2013.

"Sebetulnya yang paling efektif adalah dengan langsung menerapkan ERP di Jakarta. Kenapa begitu? Karena dengan ERP lebih terkontrol untuk semua," kata Bambang di Jakarta, Jumat (14/12/2012).

Menurutnya, dengan kondisi transportasi massal saat ini, kebijakan ganjil genap masih kurang jelas. Hal itu antara lain menyangkut ketersediaan park and ride, tempat parkir untuk keperluan orang berpindah kendaraan, dan angkutan umum yang memadai. "Saya kira itu menjadi satu kebijakan yang harus kita lihat sama-sama. Kita kan sekarang masih menduga-duga ini. Ganjil-genap itu nanti seperti apa policy-nya, apakah memang akan tersedia park and ride, tempat parkir untuk keperluan orang berpindah, dan lainnya," ujar Bambang.

Ia mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo selaku kepala daerah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kebijakan pembatasan kendaraan atau traffic restrain. Meski demikian, Bambang berharap agar kebijakan itu dipersiapkan dengan baik, terutama menyangkut peningkatan layanan transportasi massalnya.

Pemprov DKI Jakarta saat ini belum dapat menerapkan ERP karena masih menunggu landasan hukum dari Kementerian Keuangan, terutama menyangkut retribusi daerah. Kebijakan itu juga harus mendapat dukungan hukum dari Kementerian Perhubungan dan hal itu sudah diatur dalam peraturan pemerintah tentang lalu lintas angkutan jalan.

Bambang mengatakan, penerapan kebijakan ERP ini diharapkan dapat menambah pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui penerapan ERP, pengemudi kendaraan yang memasuki satu kawasan akan dikenakan biaya tertentu. Dengan cara itu, uang dari ERP akan dikembalikan untuk memperbaiki angkutan umum sehingga ada subsidi silang dari para pengguna kendaraan pribadi untuk pengguna angkutan umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau