Syarief Hasan: Ruhut Tak Perlu Dipecat

Kompas.com - 15/12/2012, 13:37 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Setelah sempat dicemooh dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Demokrat, Ruhut Sitompul akhirnya mendapat pembelaan dari Dewan Pembina partai itu. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syariefuddin Hasan menilai Ruhut tidak perlu dipecat.

"Tidak. Saya pikir partai itu adalah perkumpulan dari orang-orang banyak. Siapa pun dia, sepanjang loyal kepada pimpinan, sepanjang dia memperjuangkan kepentingan rakyat, ya dia adalah bagian dari partai itu," ujar Syarief, Sabtu (15/12/2012), seusai memberikan sambutan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Syarief menilai bahwa kehadiran Ruhut kemarin ialah sebagai anggota DPR. Ia pun menilai bahwa Ruhut merupakan kader Partai Demokrat yang sangat loyal kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Syarief mengaku tidak mengetahui awal mula kisruh yang melibatkan Ruhut di internal partai. Menurut Syarief, Dewan Pembina belum mengetahui soal pencopotan Ruhut itu.

"Kalau toh itu terjadi, saya pikir masih bisa diselesaikan. Kita harapkan kader ini harus bersatu ke depan," katanya lagi.

Sebelumnya, politisi Demokrat Ruhut Sitompul dikeluarkan dari ruangan Silatnas di Sentul International Convention Center (SICC), Jumat (14/12/2012). Ruhut ketika itu masuk ke ruangan, tetapi kehadiran Ruhut sontak membuat banyak kader daerah bereaksi dan meneriakkan kata-kata "pecat" dan "copot" kepada advokat itu. Mendapat respons itu, Ruhut justru melambai-lambaikan tangannya dan langsung digiring petugas keluar ruangan.

Keributan ini terjadi menyusul pencopotan Ruhut dari posisi Kepala Departemen Komunikasi dan Informasi di DPP Partai Demokrat. Ruhut bersikeras bahwa pencopotannya ini merupakan skenario yang dibuat "badut-badut" Ketua Umum Anas Urbaningrum yang merasa terpojokkan dengan pernyataan yang kerap meminta Anas mundur. Ruhut pun berdalih bahwa hanya Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang bisa mencopotnya dari kepengurusan partai.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau