JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim bahwa partainya yang paling menjunjung etika politik di dalam koalisi pemerintahan. Menurut dia, diantara parpol koalisi, Partai Demokrat yang paling gigih mendukung kebijakan dan program pemerintah selama ini.
Hal itu disampaikan Yudhoyono dalam pidatonya di perayaan HUT ke-11 Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/12/2012).
"Saya bangga, saya senang karena Partai Demokrat berdiri di depan sesuai etika politik dan nota kesepahaman koalisi partai politik. Itu pembelajaran politik yang mulia. Anak cucu kita akan bangga karena Demokrat jalankan etika politik yang sebenar-benarnya," kata Yudhoyono disambut tepuk tangan ribuan kader Demokrat yang hadir.
Jajaran Demokrat yang hadir berasal dari Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, Komisi Pengawas, pengurus Dewan Pimpinan Pusat, anggota Fraksi di DPR, organisasi sayap, pengurus Dewan Pimpinan Daerah, pengurus Dewan Pimpinan Cabang, anggota fraksi DPRD Provinsi dan kabupaten/kota.
Tak hanya kader Demokrat, hadir pula politisi dari parpol lain, khususnya yang tergabung dalam koalisi. Mereka yang tampak hadir diantaranya Ketua Umum Partai Amanat Nasional yang juga menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, serta politisi Partai Keadilan Sejahtera yang juga menjabat Menteri Pertanian Suswono.
Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Menurut dia, Demokrat paling depan mendukung kerja pemerintah untuk memperbaiki kehidupan rakyat.
"Karena itu, Partai Demokrat mendukung penuh ketika Presiden SBY mengintruksikan agar para menteri anggota kabinet tetap berkonsentrasi menjalankan tugas pemerintahan sampai 2014, termasuk anggota kabinet yang berasal dari partai-partai politik," kata Anas dalam pidatonya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang