Imigran

Imigran Gelap Hidup Ketakutan di Yunani

Kompas.com - 16/12/2012, 15:40 WIB

ATENA, KOMPAS.com- Berhimpit-himpitan di sebuah apartemen kecil di Atena sepanjang hari, terancam tertangkap dengan risiko dipenjarakan atau dipukuli. Itulah yang kini dihadapi Eugene Manaa (29), pria imigran gelap asal Kamerun, Afrika di Yunani.

"Hidup tidak hanya sulit tetapi mustahil," kata Manaa, yang baru saja lepas dari penjara di Pulau Kreta karena memasuki Yunani secara ilegal.

"Tidak ada pekerjaan, tidak ada uang, tidak ada tempat tinggal. Semuanya mustahil," kata Manaa.

"Kami sebanyak 15 orang berdesakan di sebuah apartemen dan terancam patroli polisi yang memeriksa setiap sudut kota. Kami jadi sasaran rasisme dan tidak bisa pergi ke negara lain."

Manaa adalah salah satu dari 10.000 orang imigran gelap. Dia berangkat ke Eropa lewat Yunani karena mendambakan perbaikan hidup. Namun, mereka menemukan keadaan tersulit.

Resesi, kebangkrutan, dan pengangguran di Yunani telah menciptakan sikap permusuhan terhadap imigran yang diangap telah mengambil alih pekerjaan warga Yunani. Aparat kini sibuk memeriksa imigran ilegal dan mereka yang tertangkap langsung ditahan.

Sudah 61.000 orang imigran yang diperiksa dan 4.000 orang lagi ditangkap. "Jika Anda keluar membeli roti ada kemungkinan tertangkap. Itu saya alami," kata Eric, seorang imigran asal Pantai Gading, yang baru saja keluar dari penjara di Korintus.

Mereka juga terancam sikap rasis dari sebuah kelompok nasionalis neo-Nazi. Kelompok ini gencar memburu imigran seperti memburu kambing hingga ke pojok-pojok kota. Beberapa imigran telah menjadi sasaran pemukulan dari kelompok ini. Mereka juga sering mendapatkan ejekan.

"Hai pria kulit hitam, mengapa kamu ada di sini Eugene," kata seorang imigran kulit hitam menirukan salah satu contoh cercaan.

Sebagian dari mereka telah meminta tolong kepada sanak saudara di negara asal agar bisa membelikan tiket pulang. Menjumpai sanak saudara yang sudah duluan tinggal di Eropa pun sudah tidak diperbolehkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau