Jokowi, Sosok Paling Dicari di Google di 2012

Kompas.com - 16/12/2012, 19:39 WIB

KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi menjadi orang Indonesia yang paling banyak dicari di mesin pencari Google sepanjang tahun 2012.

Dalam laporan pencarian Google yang disebut Zeitgeist 2012, Jokowi menempati urutan kelima dalam tren pencarian selama setahun.

Di atas kata "Jokowi", kata yang paling banyak dicari di Google dari Indonesia, secara berurutan yaitu "Gangnam Style", "Noah", "Tomcat", dan "Coboy Junior".

Khusus untuk kategori orang Indonesia, Google mencatat Jokowi berada di urutan pertama yang paling dicari.

Nama-nama orang Indonesia yang juga masuk dalam tren pencarian Google setelah Jokowi, yaitu Ayu Ting Ting, Budi Doremi, Ade Namnung, dan Eza Gionino.

Selain dua kategori di atas, Google juga membeberkan sejumlah kata yang paling banyak dicari dari pengguna Internet di Indonesia dalam beberapa kategori.

Kata "Whitney Houston" menempati urutan pertama pada kategori orang global yang paling banyak dicari, "Noah" pada kategori musisi, "Separuh Aku (Noah)" pada kategori lagu Indonesia, dan "iPhone 5" pada kategori ponsel.

Kemudian, yang paling dicari untuk kategori tim olahraga adalah "Persib Bandung", "Toyota Agya" pada kategori model mobil, "Angry Bird" pada kategori permainan, dan "Lion Air" pada kategori merek.

Google mengatakan telah menganalisis lebih dari 1 triliun pencarian dari 55 negara untuk mendapatkan daftar kata paling banyak dicari di seluruh dunia atau pun di masing-masing negara.

"(Data) ini tidak mewakili volume pencarian mutlak, tapi pencarian yang disajikan pada skala dari 0-100. Setiap pencarian dibagi dengan titik tertinggi yang dicapai pencarian itu. Jika kami tidak punya cukup data, (angka) 0 ditampilkan," sebut Google. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau