15 Pesawat Lion Air Batal Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 16/12/2012, 22:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada 15 pesawat maskapai Lion Air yang tak jadi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, akibat Unit Power Supply (UPS) mati. Lion Air pun terpaksa memutar kembali 15 penerbangan ke bandara keberangkatan awal.

"Pesawat yang sudah terbang menuju Soekarno-Hatta kembali lagi ke bandara awal," ujar Direktur Komersial PT Lion Air Edward Sirait kepada Tribunnews.com, Minggu (16/12/2012).

"Seharusnya sudah berangkat dari jam 20.00 WIB, akhirnya belum bisa take off," imbuh Edward Sirait

Dengan matinya UPS, radar untuk memantau semua pesawat yang berangkat dan pergi dari Bandara Soekarno-Hatta tidak bisa terdeteksi.

Berdasarkan informasi, peristiwa matinya UPS di Bandara Soekarno-Hatta terjadi sekitar pukul 16.55 WIB. Matinya UPS mengakibatkan instalasi radar yang berguna mengatur komunikasi dengan pesawat yang mendarat dan lepas landas jadi terganggu.

Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab matinya pemasok listrik di Bandara Soekarno-Hatta, serta berapa lama lagi kondisi tersebut dapat diatasi. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau