Dukun "Pengganda Uang" Dibekuk Polisi

Kompas.com - 17/12/2012, 14:33 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com - Berakhir sudah aksi peranan Malik Daeng Gassing sebagai dukun yang mengaku bisa menggandakan uang. Warga Kelurahan Lamekongga, Kolaka, Sulawesi Tenggara, ini dibekuk oleh penyidik unit III Polres Kolaka saat berada di rumahnya.

Malik Daeng ditangkap setelah sejumlah orang dari Kabupaten Bombana yang merasa tertipu aksinya, ungkap Kasat Serse Polres Kolaka, Ajun Komisaris Polisi Agung Basuki. Hingga saat ini yang merasa menjadi korban dari praktek penggandaan uang Malik Daeng Gassing mencapai 14 orang. Dan diperkirakan angka ini terus bertambah.

"Jadi yang membuat laporan itu pertamanya ada tujuh warga dari Bombana. Tidak lama kemuadian datang tujuh orang lagi, semua totalnya 14 orang dan masing merasa dirugian Rp 19 juta oleh si Pak Daeng Gassing ini," kata Agung.

Menurut Agung, Malik mengaku bisa menggandakan uang. "Jadi orang-orang ini memberikan sejumlah uang pada si dukun dengan harapan uangnya akan bertambah. Setelah menunggu lebih lama mereka baru sadar kalau mereka menjadi korban kebohongan dari Daeng Gassing ini," ungkapnya, Senin (17/12/2012).

Dia juga menambahkan, saat Malik Daeng tidak melawan saat ditangkap.  "Pada saat dijemput oleh anggota (polisi) di rumahnya dia cukup koperatif. Tidak ada perlawanan yang dia lakukan. Dan memang sudah banyak rumor yang beredar kalau sudah banyak yang menjadi korbannya. Kami juga menghimbau kalau ada warga Kolaka yang merasa tertipu dengan aksi Daeng Gassing ini bisa segera melaporkan ke polisi," tambahnya.

Malik Daeng Gassing ini pernah ditangkap oleh polisi dengan kasus yang sama. Namun saat itu dia bersedia mengganti uang para korbannya yang saat itu tidak sempat membuat laporan ke polisi. Kini Malik Daeng Gassing mendekam di hotel prodeo Polres Kolaka guna mempertanggung jawabkan perbuatanya. Sementara untuk proses penyidikan terus dikembangkan oleh Polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau