Jokowi Ancam Camat dan Lurah yang Tak "Blusukan"

Kompas.com - 17/12/2012, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparatur negara tingkat suku dinas, kecamatan, dan kelurahan yang tidak pernah blusukan kepada warganya akan dicatat oleh gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Hal ini dilakukan sebagai bentuk catatan gubernur saat rotasi pegawai dilaksanakan.

"Kalau saya datang ke lapangan, kemudian warga mengatakan tidak pernah didatangi camat, lurah, ya saya tinggal catat saja namanya. Nanti pas rotasi pegawai, orang-orang itu yang akan saya coret terlebih dahulu," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di kantor administrasi walikota Jakarta Barat, Senin (17/12/2012).

Dijelaskan Jokowi, tujuan memerintahkan camat dan lurah turun ke lapangan adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang ada pada masyarakat. Segala permasalahan yang ada di masyarakat akan sampai pada gubernur, dan 90 persen masalah adalah benar. Untuk itu, gubernur akan lebih percaya cerita-cerita yang datang dari masyarakat.

Jokowi mengungkapkan, ia tidak ingin ada camat atau lurah yang baru turun ke lapangan setelah mendapatkan catatan dari pihak provinsi. Semua aparatur negara harus dekat dengan masyarakat agar masalah-masalah masyarakat bisa cepat terselesaikan.

Selain itu, beberapa waktu lalu Jokowi dan beberapa pegawai provinsi mengunjungi jalan-jalan di sekitar Jakarta Barat. Masih banyak jalan berlubang atau sampah di kali-kali kecil yang bisa menyebabkan banjir.

Ia meminta kepada camat dan lurah agar bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, misalnya Dinas PU Tata Air di setiap wilayah.

"Jangan lagi ada yang bilang ini bukan tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) camat, bukan tupoksi lurah, ini tupoksi Dinas PU. Saya tahu, tapi kan bisa camat, lurah koordinasi ke pihak-pihak terkait," ungkap Joko Widodo.

Ia mengungkapkan, selain masalah blusukan, ia juga membahas masalah jalan berlubang, sampah di kali-kali kecil, dan taman-taman yang tidak terurus. Dalam paparannya, ia memperlihatkan foto-foto masalah di Jakarta Barat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau