Ambon dan Banda Dicoret dari Sail Komodo 2013

Kompas.com - 17/12/2012, 20:19 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Kota Ambon dan Banda dicoret dari daftar rute  Yacht Rally peserta Sail Komodo 2013. Ketua Formatur Nasional Asosiasi Sail Indonesia (Asindo), Hugua, di Kendari, Senin (17/12/2012) mengatakan, peserta Yacht Rally yang bertolak dari Australia pada Juli 2013 langsung ke Saumlaki, tidak lagi singgah di Ambon dan Banda.

"Kedua daerah tersebut dicoret dari rute perjalanan peserta Yacht Rally karena pemerintah daerah setempat tidak memperlihatkan komitmennya mempromosikan berbagai obyek pariwisatanya kepada para turis mancanegara," katanya.

Selain Banda dan Kota Ambon, daerah yang juga sudah dicoret dari rute perjalanan peserta Yacht Rally adalah Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kota tersebut pada Sail Wakatobi Belitung 2011, disinggahi peserta sail dari berbagai negara.

"Daerah-daerah yang sudah dicoret dari rute perjalanan peserta Yatch Rally itu, masih memungkinkan dimasukkan kembali pada rute perjalanan sail berikutnya jika pemerintah setempat menginginkannya," kata Hugua yang juga Bupati Kabupaten Wakatobi itu.

Komitmen tersebut, menurut Hughua, harus dibuktikan dengan surat permintaan resmi dari kepala daerah masing-masing, yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Asindo, Adji Sularso di Jakarta.

Dalam surat permintaan tersebut tegas Hugua, harus dilengkapi dengan pernyataan atau komitmen pemerintah setempat untuk mengembangkan pariwisata daerahnya. "Jika tidak, daerah-daerah tersebut tidak akan dibahas pada Kongres Asindo yang akan digelar di Denpasar, Bali pada Februari 2013," katanya.

Di Provinsi Sultra, lanjut Hugua, ada empat kabupaten yang sudah ditetapkan menjadi rute Yacht Rally peserta Sail Komodo 2013. Keempat kabupaten tersebut yakni Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Buton dan Kabupaten Bombana.

"Pemerintah daerah di empat kabupaten tersebut memiliki komitmen kuat untuk memajukan pembangunan kepariwisataan daerah masing-masing," katanya.

Keempat kepala daerah kabupaten itu sudah menyatakan kesediaannya menggelar pagelaran seni budaya untuk menyambut para peserta Sail saat singgah berlabuh di kabupaten-kabupaten tersebut.

Menurut Hugua, daerah yang disinggahi perserta sail yang berasal dari berbagai negara, masyarakat setempat bisa mendapatkan keuntungan ekonomi yang luar biasa.

Alasannya, ketika singgah dan melabuhkan kapalnya, para peserta melihat berbagai obyek wisata dan berbelanja berbagai kebutuhan dari masyarakat setempat.

"Nah, kalau setiap peserta berbelanja sebesar 50 dollar Amerika per hari misalnya, maka dengan jumlah penumpang kapal 100 orang, uang yang jatuh kepada masyarakat di daerah tujuan mencapai 5.000 dolar per hari," tambah Hugua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau