Marina Srikandi Buka Rute Padangbai-Senggigi

Kompas.com - 18/12/2012, 15:19 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Perusahaan kapal cepat Marina Srikandi membuka rute Padangbai (Bali)-Senggigi (Lombok) mulai 19 Desember 2012 dengan frekuensi dua kali sehari dan akan ditingkatkan menjadi empat kali sehari pada Januari 2013.

"Keputusan membuka rute baru Padangbai-Senggigi ini merupakan bagian dari upaya kami yang fokus membuka akses Bali-Lombok," kata Presiden Marina Srikandi yang juga pemilik PT Bali Cahaya, Mulyadi, saat peluncuran Marina Srikandi 8 di pantai Senggigi, Kabupaten Lombok, Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (18/12/2012).

Peluncuran kapal cepat rute Padangbai-Senggigi itu juga dihadiri para pengelola hotel berbintang di kawasan wisata Senggigi, dan para wisatawan mancanegara.

Para undangan juga diajak melakukan pelayaran rute Senggigi-Padangbai pulang pergi sebagai bagian dari uji coba pelayaran kapal cepat yang baru didatangkan dari galangan kapal di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada 12 Desember 2012.

Kapal cepat Marina Srikandi 8 itu menempuh perjalanan dari Batam hingga Senggigi selama 30 jam, dan sempat dilakukan uji coba rute Padangbai-Senggigi pada 14 Desember 2012.

Dalam uji coba itu rute Padangbai - Senggigi ditempuh dalam waktu satu jam 10 menit terhitung masuk kapal sampai jangkar diturunkan di pantai Senggigi, tepatnya di areal pantai Hotel Sheraton.

Pengelola Marina Srikandi 8 kemudian menyimpulkan jarak tempuh dari Padangbai-Senggigi sepanjang 40 mil atau 65 kilometer itu dapat ditempuh dengan waktu 40 menit.

Kapal cepat itu menggunakan delapan unit mesin Suzuki yang masing-masing berkekuatan 300 Horse Power (HP), sehingga dari delapan unit mesin itu menghasilkan kecepatan 50 knot atau 93 kilometer/jam.

Keunggulan kapal itu antara lain dilengkapi TV untuk peragaan keselamatan, dan navigasi satelit GPS yang dapat mengetahui posisi kapal dan informasi waktu dalam segala cuaca.

Selain jaket keselamatan yang jumlahnya sesuai jumlah penumpang maksimal yakni sebanyak 138 orang, kapal itu juga memiliki dua "life raft" yang masing-masing dapat digunakan untuk menampung 65 orang penumpang lengkap dengan persediaan makanan dan obat.

Mulyadi mengatakan, kapasitas penumpang Marina Srikandi 8 mencapai 138 orang, namun demi kenyamanan penumpang agar dapat leluasa bergerak, maka kapasitas maksimal hanya 100 tempat duduk dalam ruang yang nyaman tersebut.

"Tentu kami juga berkewajiban mempromosikan destinasi pariwisata unggulan pemerintah daerah, yang dilakukan bukan hanya saat ada kegiatan saja, tetapi dibarengi dengan kemudahan akses," ujarnya.

Karena itu, kata Mulyadi, Marina Srikandi 8 hadir untuk membuka akses cepat Bali-Lombok, dengan harapan akan semakin banyak wisatawan berkunjung ke Pulau Lombok.

Selain itu, pemilik Bali Cahaya Tour itu juga akan fokus membawa pasar pariwisata mancanegara seperti China dan Taiwan, serta Australia dan Eropa, ke Lombok.

"Tentu kehadiran Marina Srikandi 8 ini akan semakin membangkitkan geliat pariwisata Senggigi, yang antara lain semakin bertambahnya wisatawan mancanagara yang berkunjung ke Pulau Lombok," ujarnya.

Mulyadi menambahkan, sejauh ini pihaknya telah mengoperasikan dua unit kapal cepat dengan rute gili (pulau kecil) di Pulau Lombok ke Benoa, Bali, dengan kapasitas 80 tempat duduk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau