Rhoma Irama: Narkoba seperti Fenomena Gunung Es

Kompas.com - 19/12/2012, 13:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Raja Dangdut Rhoma Irama itu berpendapat, narkoba seperti fenomena gunung es. Menurutnya, kasus narkotika yang sudah berhasil terungkap saat ini hanya sebagian kecil dari ancaman sesungguhnya. Hal itu disampaikan Rhoma di sela-sela acara pemberian penghargaan Medali Satya Lencana Ops Kepolisian Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta, Rabu (19/12/2012).

Ia juga turut menyaksikan pemusnahan barang bukti 215 kg sabu dan 1,7 kg heroin. "Ya, artinya narkoba ini seperti fenomena gunung es. Yang kelihatan ini tidak sebesar yang sesungguhnya," ujar Rhoma.

Untuk diketahui, Rhoma telah menyatakan diri siap maju sebagai calon Presiden RI 2014. Saat ditanya apa tindakan tegas yang dilakukannya jika menjadi Presiden, Rhoma menjawab sudah puluhan tahun lamanya menyuarakan isu antinarkotika. Hal itu dilakukannya lewat lagu.

"Sejak lama, kan sudah nyanyiin tuh bagaimana memberantas narkoba. Itu kan memotivasi rakyat untuk menjauhi narkoba. Paling tidak memerangi narkoba ini concern saya sudah puluhan tahun yang lalu, mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan narkoba," terangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau