ISPI Targetkan 500 Unit di Mutiara Gading City

Kompas.com - 19/12/2012, 19:18 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Mutiara Gading City merupakan proyek kota mandiri yang diiniasi oleh ISPI Grup. Proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas 300 hektar di wilayah Bekasi Utara.

Setelah selama dua tahun belakangan ini menjual 1000 unit rumah dengan nilai investasi sebesar Rp 300 miliar, ISPI Grup meluncurkan klaster Torino, kawasan komersial South Boulevard, serta pusat kuliner Urban Flavour di dalam area kota mandiri tersebut. Hadir dalam acara peluncuran klaster tersebut, Rabu (19/12/2012), antara lain jajaran direksi ISPI Grup, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso, serta pejabat daerah.

"Harga kisaran rumah ini mulai Rp 160 hingga Rp 500 juta," ujar Komisaris Utama ISPI Grup, Preadi Ekarto.

Hunian di area Mutiara Gading City tersebut tersedia dari tipe 22/60 hingga 60/100. Preadi menegaskan, pihaknya menargetkan 500 unit rumah dalam 2013 mendatang. Berdasarkan hitungannya, jika satu rumah dibanderol Rp 200 jutaan, ISPI akan mendapat sekitar Rp 100 miliar.

"Pesimistis saja segitu. Kalau kita lihat animo masyarakat, sebenarnya bisa dobel dapatnya," ujar Preadi.

Preadi mengaku optimistis. Ia berdalih, optimismenya itu lantaran cicilan yang ditawarkan Bank Tabungan Negara (BTN) tergolong ringan. Selain suku bunga berada di bawah 10%, BTN juga memberikan tenor hingga 25 tahun.

"Cicilan turun hampir separuh, daya beli dua kali lipat," ujarnya.

Preadi juga yakin, komitmen perusahaan yang sudah mereka tunjukkan selama 20 tahun belakangan ini membuat publik mempercayai mereka dan akan mendapatkan nilai tambah di tahun-tahun mendatang. Menurutnya, warga Jakarta, terutama Jakarta Utara dan Timur sangat jeli dengan peluang naiknya properti.

"Mereka akan menangkap peluang yang ada di daerah Bekasi dan berinvestasi di sana," ujarnya.

Bukan hanya cocok untuk berinvestasi, Mutiara Gading City juga menawarkan fasilitas penunjang lainnya di dalam kota mandiri tersebut. Saat ini pihaknya tengah bernegosiasi dengan rumah sakit serta perguruan tinggi untuk melengkapi fasilitas tersebut. Hasil negosiasi dengan perguruan tinggi akan dipastikan tahun depan. Sejauh ini, Mutiara Gading City sudah memiliki Sekolah Santo Yusuf dari tingkat TK/playgroup untuk keperluan pendidikan anak-anak.

Baca juga: 

Diusir, Abu Qatada "Ngontrak" Rumah Rp 7 Miliar di London

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau