Jadi Juri "X Factor Indonesia", Ahmad Dhani Dilema

Kompas.com - 19/12/2012, 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bagi vokalis, pencipta lagu yang juga produser Ahmad Dhani, menjadi juri program pencarian bakat penyanyi X Factor Indonesia merupakan tugas yang tidak mudah. Mengingat, ia pernah sukses sebagai juri Indonesian Idol 2012.

"Kalau saya di sini melihatnya agak dilematis, sebelumnya saya juga jadi juri Indonesian Idol, dan faktanya Indonesian Idol 2012 itu sangat sukses. Ini buat saya jebakan batman juga, jangan sampai X Factor Indonesia 2013 ini kalah pamornya," kata Dhani dalam jumpa pers X Factor Indonesia, di Gedung Serba Guna RCTI, Jakarta Barat, Rabu (19/12/2012).

Karena itu bos Republik Cinta Management ini punya kiat untuk meningkatkan rating X Factor Indonesia. "Saya ada sedikit formula Indonesian Idol dalam pemilihan finalis. Saya sudah bicara sama Bebi (vokalis yang juga pencipta lagu, Bebi Romeo) kalau kekuatan acara ini salah satunya adalah keanekaragaman finalis itu sendiri (vokalis, duo, atau grup)," papar Dhani.

Dhani paham dengan tuntutan RCTI yang dialamatkan kepadanya. "Pada dasarnya ujung-ujungnya rating, bukang mencari finalis yang gimana-gimana walau pun kemarin ternyata menghasilkan penyanyi dan rating yang bagus," tekan Dhani. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau