Bireuen

Warga Resah, Pembacok Kabur dari RSJ

Kompas.com - 20/12/2012, 17:09 WIB

BIREUEN, KOMPAS.com - Murid SMPN 1 Gandapura dan warga di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, mengaku resah atas informasi kaburnya Jamaluddin, tersangka pembacokan terhadap enam warga desa di Pasar Geurugok dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh.

Kaburnya Jamal, diketahui dari pemberitaan media massa dan pemberitahuan dari aparatur kampung setempat. Tidak hanya resah, banyak siswa maupun guru yang mengajar di SMPN 1 Gandapura, tidak masuk seperti biasanya, sejak hari ini.

Penuturan Kepala Kemukiman Geurugok, M. Yusuf Adam, Kamis (20/12/2012), berita kaburnya Jamaluddin dari RSJ kontan menimbulkan kekhawatiran warga khususnya siswa-siswi dan para guru di sekolah menengah itu. "Proses belajar mengajar jadi terganggu karena murid dan guru takut untuk masuk sekolah terkenang kejadian brutal itu," katanya.

SMPN 1 Bireuen merupakan Tempat Kejadian perkara (TKP) terjadinya pembacokan pada awal November lalu. Banyak pihak khawatir kejadian bakal terulang lagi setelah Jamal melarikan diri dan kembali ke kampung halamannya itu. "Kekhawatiran sama juga melanda warga Gerugok, biasanya banyak yang duduk minum kopi di warung pasar, tapi hari ini tampak sepi," ungkap M. Yusuf, yang antusias menanyakan pada beberapa warga atas keengganan mereka ke luar rumah.

Senada diungkapkan Mulyadi, warga Desa Keude Lapang, Kecamatan Gandapura. Rumahnya yang berada tidak jauh dari TKP maupun lokasi Jamal diringkus beberapa jam setelah kejadian, membuat ia dan keluarga resah. Bukan tanpa alasan, mengingat pembacokan yang dilakukan Jamal terbilang sadis dan menewaskan dua korban. "Saya punya beberapa anak yang masih kecil, biasanya ke pasar saya izinkan. Tapi mulai hari ini lebih baik mereka bermain di rumah saja dari pada saya khawatir," sebut Mulyadi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau