BIREUEN, KOMPAS.com - Murid SMPN 1 Gandapura dan warga di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, mengaku resah atas informasi kaburnya Jamaluddin, tersangka pembacokan terhadap enam warga desa di Pasar Geurugok dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh.
Kaburnya Jamal, diketahui dari pemberitaan media massa dan pemberitahuan dari aparatur kampung setempat. Tidak hanya resah, banyak siswa maupun guru yang mengajar di SMPN 1 Gandapura, tidak masuk seperti biasanya, sejak hari ini.
Penuturan Kepala Kemukiman Geurugok, M. Yusuf Adam, Kamis (20/12/2012), berita kaburnya Jamaluddin dari RSJ kontan menimbulkan kekhawatiran warga khususnya siswa-siswi dan para guru di sekolah menengah itu. "Proses belajar mengajar jadi terganggu karena murid dan guru takut untuk masuk sekolah terkenang kejadian brutal itu," katanya.
SMPN 1 Bireuen merupakan Tempat Kejadian perkara (TKP) terjadinya pembacokan pada awal November lalu. Banyak pihak khawatir kejadian bakal terulang lagi setelah Jamal melarikan diri dan kembali ke kampung halamannya itu. "Kekhawatiran sama juga melanda warga Gerugok, biasanya banyak yang duduk minum kopi di warung pasar, tapi hari ini tampak sepi," ungkap M. Yusuf, yang antusias menanyakan pada beberapa warga atas keengganan mereka ke luar rumah.
Senada diungkapkan Mulyadi, warga Desa Keude Lapang, Kecamatan Gandapura. Rumahnya yang berada tidak jauh dari TKP maupun lokasi Jamal diringkus beberapa jam setelah kejadian, membuat ia dan keluarga resah. Bukan tanpa alasan, mengingat pembacokan yang dilakukan Jamal terbilang sadis dan menewaskan dua korban. "Saya punya beberapa anak yang masih kecil, biasanya ke pasar saya izinkan. Tapi mulai hari ini lebih baik mereka bermain di rumah saja dari pada saya khawatir," sebut Mulyadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang