PKL Lebih Senang di Trotoar daripada di Lokbin

Kompas.com - 21/12/2012, 11:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Program penataan pedagang kaki lima di wilayah Jakarta menjadi PR tersendiri bagi Kota Jakarta Selatan. Trotoar yang menjadi hak pejalan kaki sudah penuh dengan para PKL.

Data Suku Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan Wali Kota Jakarta Selatan menyebutkan, ada 2.508 lokasi rawan pedagang kaki lima. Untuk yang sudah dilakukan penataan sendiri, saat ini jumlahnya baru mencapai 1.287 lokasi.

Dalam upaya penyelesaian persoalan PKL, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pernah menuturkan agar para pedagang kaki lima tidak digusur, tetapi melalui upaya pendekatan dan sosialisasi sehingga pedagang kaki lima bisa ditata lokasinya agar tidak berjualan dan mengganggu fasilitas umum.

"Memang selama ini khusus selatan (Jakarta Selatan) ini belum ada semacam lokasi binaan (lokbin). Kita masih mencari wacananya seperti apa. Inginnya ada penataan alih fungsi supaya mereka itu kembali ke tempat yang semestinya (tidak mengganggu fasilitas publik)," kata Kepala Kantor Perencanaan Kota Jakarta Selatan Sahat Perulian, Kamis (20/12/2012) malam.

Sahat mengungkapkan kendala mengatur PKL. Sebab, PKL senang menggunakan tempat yang seharusnya menjadi fasilitas umum untuk berjualan karena langsung berdekatan dengan masyarakat.

Sahat menjelaskan, pedagang cenderung tak ingin kehilangan konsumen apabila ada semacam rencana pemindahan pada lokbin. Selain itu, permasalahan lahan juga masih terkendala.

"Contohnya di Pasar Minggu sudah ada lokbin, tapi akhirnya kan tidak dipakai," jelas Sahat.

Mengenai langkah selanjutnya, terutama pada tahun depan, pihaknya terus mengupayakan agar bisa menyelesaikan persoalan tersebut dan melakukan penertiban. Namun, menurut Sahat, hal itu tetap berpegangan pada instruksi Gubernur bahwa relokasi PKL harus melalui pendekatan dan sosialisasi terlebih dahulu, tanpa adanya kekerasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau