Ungkap Aksi Teror di Poso Terkendala Medan Berat

Kompas.com - 21/12/2012, 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan, kondisi medan yang berat menjadi kendala utama penanganan gangguan keamanan di Poso, Sulawesi Tengah. Wilayah baku tembak beberapa kali terjadi di daerah pegunungan atau perbukitan yang curam.

"Dengan kejadian yang kemarin, setelah kita cek dengan Kapolda, memang medannya berat," terang Suhardi di Monas, Jakarta, Jumat (21/12/2012).

Suhardi menjelaskan, kelompok bersenjata yang melakukan aksi teror terhadap polisi itu lebih menguasai medan. Untuk itu, kini pasukan ditambah di Poso dan dikerahkan tim yang juga menguasai kondisi geografis di sana. "Mungkin mereka lebih menguasai daerah. Makanya, kami juga menggunakan orang-orang yang biasa masuk perbukitan dan pegunungan," terangnya.

Untuk diketahui, tiga polisi tewas ditembak orang tak dikenal yang diduga kelompok teroris, Kamis (20/12/2012). Saat itu puluhan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah dan Palu tengah melakukan patroli di kawasan Tambarana, Kalora, Poso. Tiba-tiba mereka diserang kelompok bersenjata. Baku tembak terjadi pukul 10.00 sampai 13.00 waktu setempat. I Wayan tewas akibat luka tembak di bagian dada sebelah kanan, Winarto di bagian dada, dan Ruslan di bagian kepala.

Sementara tiga orang saat ini masih dirawat di rumah sakit, yaitu Briptu Eko yang tertembak di bagian perut dan tangan kiri, Briptu Siswandi di bagian leher, sementara Briptu Lungguh mengalami luka ringan. Sebelumnya, Briptu Andi dan Brigadir Suherman juga ditemukan tewas di kawasan Tamanjeka, Gunung Biru, Poso, Oktober 2012 lalu. Kelompok teroris di Poso diduga kuat berada di balik tewasnya anggota kepolisian itu.

Tempat mereka ditemukan tewas pun tak jauh dari tempat pelatihan jaringan teroris Poso. Suhardi mengatakan, saat ini Polri masih mengevaluasi kejadian tersebut. Personel pun ditambah untuk memperkuat keamanan di Poso menjelang Natal dan Tahun Baru. Kemudian, jalur keluar dan masuk Poso juga akan diperketat. Saat ini Polri dan TNI masih berupaya mengejar pelaku. "Kita bekerja sama dengan TNI, saat ini dalam pengejaran," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau