Tanggung Kali Cipinang Jebol, Pemilihan Ketua RT Ditunda

Kompas.com - 21/12/2012, 21:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanggul kali cipinang yang jebol, tak hanya menyebabkan Jalan Akses Pusdiklat Depnaker, Makasar, Jakarta Timur, sempat tak bisa dilewati, tapi juga membuat hajatan demokrasi warga yaitu pemilihan ketua RT tertunda. Rencananya, warga RT 04 akan memilih ketua RT pada Jumat (21/12/2012) malam ini, sementara RT 02 akan melakukan pemilihan yang sama Sabtu (22/12/2012).

Dua acara tersebut terpaksa ditunda karena warga harus berjibaku dengan banjir bahkan terpaksa mengungsi. Ketua RW 05 Santoso mengungkapkan, jumlah warga yang mengungsi sejak tadi malam mencapai 404 kk dari RT 01, RT 02, RT 04, dan RT 05.

"Saya dan warga berharap agar suku dinas segera memberikan bantuan untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Tadi siang memang pihak sudin sudah langsung kesini, katanya akan ada analisa dulu dari data yang mereka ambil dari sini," kata Santoso saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat.

Ia menuturkan, tanggul Kali Cipinang dibangun pemerintah pada tahun 2001 setinggi satu meter. Pada 2006, warga meninggikan tanggul satu meter lagi secara swadaya. Tanggul kembali ditinggikan satu meter secara swadaya pada 2009 karena tak mampu menahan ketinggian air. "Nah pas semalem pukul 02.00 tahu-tahu tanggul jebol. Itu sepertinya karena pondasi tanggul tidak kuat karena terus ditinggikan," kata Santoso.

Selain warga RT 04 dan RT 02, warga empat RT lainnya juga dijadwalkan akan melakukan pemilihan ketua RT. Karena banjir, pemilihan diundur Januari mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau