Jokowi Minta Bantuan TNI Masuk Gorong-gorong

Kompas.com - 22/12/2012, 10:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -— Banjir seperti sudah menjadi agenda rutin untuk Ibu Kota Jakarta. Tak perlu menunggu lama, hanya dalam hitungan menit genangan air sudah dapat ditemui di banyak titik, bahkan sampai ke jalan-jalan protokol di Jakarta.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan meminta bantuan dari TNI untuk terjun mengatasi sedimentasi di seluruh saluran air di Jakarta. Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material seperti batu, pasir oleh air, dan angin di suatu cekungan. Akibat dari adanya sedimentasi adalah banjir karena material mengendap di tempat yang bidangnya cekung, yang bisa menutup aliran air jika hujan turun.

"Jalan protokol ini sebenarnya tugas kita, tapi kalau petugasnya enggak berani masuk ke gorong-gorong, nanti kita akan minta bantuan TNI. Kami sudah berbicara dengan Marinir dan disanggupi," kata Jokowi di Senayan, Jakarta, Sabtu (22/12/2012).

Jokowi berpendapat, kemacetan parah yang terjadi setiap hujan deras mengguyur Jakarta bukan hanya dikarenakan banyaknya genangan air yang bermunculan, melainkan juga sebagai buntut dari rendahnya sikap disiplin masyarakat saat berkendara.

Umumnya, para pengendara selalu merasa ingin paling cepat sehingga akhirnya harus menabrak aturan yang berlaku, misalnya tak mengindahkan rambu lalu lintas, memasuki jalur bus transjakarta, atau naik ke trotoar yang sejatinya khusus untuk pejalan kaki.

"Kayak semalam, semuanya ingin cepat, belum lagi suasana liburan dan semua keluar di jam yang bersamaan, akhirnya macet total," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau