Basuki Mau Gaji Pemulung, Dinas Kebersihan Tak Efektif?

Kompas.com - 22/12/2012, 11:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mencuatnya wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempekerjakan pemulung sampah di Ibu Kota menimbulkan sejumlah tanda tanya. Apakah Dinas Kebersihan dianggap tak efektif menjalankan fungsinya sampai-sampai ide tersebut terlontar dari pemimpinnya sendiri?

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menampiknya. Menurut orang nomor satu di Jakarta itu, gagasan yang keluar dari Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama adalah gagasan lapangan, di mana peran fungsi Dinas Kebersihan dianggap Jokowi kurang menohok.

"Bukan kurang efektiflah, yang kita lihat di lapangan tidak bisa menusuk sampai ke dalam-dalam gitu lho. Hanya kelihatan permukaan, tapi yang di dalam memang butuh lebih detail," ujar Jokowi di sela-sela kunjungan ke lokasi tanggul yang jebol di Kali Cipinang, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (22/12/2012) dini hari.

Menurut mantan Wali Sota Solo tersebut, kondisi sampah yang kian memprihatinkan di Ibu Kota perlu penanganan serius. Bukan hanya sampah yang menumpuk pada bak-bak sampah atau tempat-tempat penampungan sementara saja, melainkan juga sampah yang tercecer di sudut kota.

"Kita pengin lebih detail, lebih dalam kerjanya," lanjut Jokowi.

Meski demikian, Jokowi belum memutuskan apakah ide tersebut akan direalisasikan atau tidak. Kini, pihaknya tengah melakukan kalkulasi, baik kalkulasi dana maupun kalkulasi sosial, untuk menerapkan kebijakan fenomenal tersebut. Namun, jika ide sang wakil tersebut terealisasi, apa peran Dinas Kebersihan?

"Ya, kerjanya yang gede-gede saja dong. Sampah di Jakarta itu 6.000 ton, coba, berapa ribu truk itu," ujar Jokowi sambil melepas tawa khasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau