JAKARTA, KOMPAS.com — Mencuatnya wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempekerjakan pemulung sampah di Ibu Kota menimbulkan sejumlah tanda tanya. Apakah Dinas Kebersihan dianggap tak efektif menjalankan fungsinya sampai-sampai ide tersebut terlontar dari pemimpinnya sendiri?
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menampiknya. Menurut orang nomor satu di Jakarta itu, gagasan yang keluar dari Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama adalah gagasan lapangan, di mana peran fungsi Dinas Kebersihan dianggap Jokowi kurang menohok.
"Bukan kurang efektiflah, yang kita lihat di lapangan tidak bisa menusuk sampai ke dalam-dalam gitu lho. Hanya kelihatan permukaan, tapi yang di dalam memang butuh lebih detail," ujar Jokowi di sela-sela kunjungan ke lokasi tanggul yang jebol di Kali Cipinang, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (22/12/2012) dini hari.
Menurut mantan Wali Sota Solo tersebut, kondisi sampah yang kian memprihatinkan di Ibu Kota perlu penanganan serius. Bukan hanya sampah yang menumpuk pada bak-bak sampah atau tempat-tempat penampungan sementara saja, melainkan juga sampah yang tercecer di sudut kota.
"Kita pengin lebih detail, lebih dalam kerjanya," lanjut Jokowi.
Meski demikian, Jokowi belum memutuskan apakah ide tersebut akan direalisasikan atau tidak. Kini, pihaknya tengah melakukan kalkulasi, baik kalkulasi dana maupun kalkulasi sosial, untuk menerapkan kebijakan fenomenal tersebut. Namun, jika ide sang wakil tersebut terealisasi, apa peran Dinas Kebersihan?
"Ya, kerjanya yang gede-gede saja dong. Sampah di Jakarta itu 6.000 ton, coba, berapa ribu truk itu," ujar Jokowi sambil melepas tawa khasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang