BOYOLALI, KOMPAS.com - Ratusan pelayat menghadiri prosesi pemakaman Brigadir (Anumerta) Winarto (35), yang tertembak oleh sekelompok teroris di Poso pada Kamis (20/12/2012) lalu. Isak tangis keluarga terdengar dalam pemakaman anggota Brimob yang dikenal jago menembak tersebut.
Setelah disemayamkan semalam di rumah duka di desa Blumbang, Klego, Boyolali, jenasah, hari Sabtu (22/12/2012) dimakamkan di pemakaman desa. Sebelum peti jenasah masuuk liang lahat, upacara militer digelar untuk menghormati almarhum yang tewas dalam tugas.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Den C Pelopor Brimob Polda Jateng, AKBP Sudiyana. Almarhum meninggalkan seorang isteri, Masriani Lukas dan dua anak, Nur Aziza (5) dan Nur Anisa (3). Masriani sesekali mengusap air mata saat mengantar suaminya pergi untuk selamanya. Ia mengaku sangat kehilangan sosok suami yang sabar dan cinta anak.
"Saya pasrah suami saya harus pergi secepat ini," katanya.
Masrianai mendengar kabar suaminya tewas dari rekan-rekan almarhum. Saat bertugas di luar Jawa, suaminya selalu mengatakan kangen dengan keluarga. Dua hari sebelum kejadian, Masriani sempat mendatangi suaminya saat bertugas di Desa Kalora, Poso.
"Saat itu saya bawakan obat-obatan karena dia sempat mengeluh sakit. Lalu saya pijitin. Dan bilang dia kangen sama anak-anak," katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya, inspektur upacara mengungkapkan bahwa almarhum adalah sosok petugas yang kinerjanya bagus dan tidak ada pelanggaran.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Kamis (20/12/2012) sekelompok orang yang diduga teroris menembak mati tiga anggota Brimob di Desa Kalora, Poso, Sulawesi Tengah. Tiga anggota tersebut adalah Briptu Wayan, Briptu Winarto, dan Briptu Ruslan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang