Brigadir Winarto Sempat Katakan Kangen Keluarga

Kompas.com - 22/12/2012, 17:11 WIB

BOYOLALI, KOMPAS.com - Ratusan pelayat menghadiri prosesi pemakaman Brigadir (Anumerta) Winarto (35), yang tertembak oleh sekelompok teroris di Poso pada Kamis (20/12/2012) lalu. Isak tangis keluarga terdengar dalam pemakaman anggota Brimob yang dikenal jago menembak tersebut.

Setelah disemayamkan semalam di rumah duka di desa Blumbang, Klego, Boyolali, jenasah, hari Sabtu (22/12/2012) dimakamkan di pemakaman desa. Sebelum peti jenasah masuuk liang lahat, upacara militer digelar untuk menghormati almarhum yang tewas dalam tugas.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Den C Pelopor Brimob Polda Jateng, AKBP Sudiyana. Almarhum meninggalkan seorang isteri, Masriani Lukas dan dua anak, Nur Aziza (5) dan Nur Anisa (3). Masriani sesekali mengusap air mata saat mengantar suaminya pergi untuk selamanya. Ia mengaku sangat kehilangan sosok suami yang sabar dan cinta anak.

"Saya pasrah suami saya harus pergi secepat ini," katanya.

Masrianai mendengar kabar suaminya tewas dari rekan-rekan almarhum. Saat bertugas di luar Jawa, suaminya selalu mengatakan kangen dengan keluarga. Dua hari sebelum kejadian, Masriani sempat mendatangi suaminya saat bertugas di Desa Kalora, Poso.

"Saat itu saya bawakan obat-obatan karena dia sempat mengeluh sakit. Lalu saya pijitin. Dan bilang dia kangen sama anak-anak," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, inspektur upacara mengungkapkan bahwa almarhum adalah sosok petugas yang kinerjanya bagus dan tidak ada pelanggaran.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Kamis (20/12/2012) sekelompok orang yang diduga teroris menembak mati tiga anggota Brimob di Desa Kalora, Poso, Sulawesi Tengah. Tiga anggota tersebut adalah Briptu Wayan, Briptu Winarto, dan Briptu Ruslan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau