Mabuk Miras, Mahasiswa Dihajar hingga Masuk RS

Kompas.com - 23/12/2012, 07:17 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Yasintus Siki (28), mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program studi Bahasa Inggris, Universitas Timor, dirawat secara intensif di bangsal laki-laki kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Dia diduga kuat dianiaya oleh orang tak dikenal hingga nyaris tewas, Rabu (19/12/2012) lalu.

Yasintus mengalami luka serius di dagu hingga harus menerima belasan jahitan, sementara itu di kepala bagian belakangnya juga mengalami luka dan bengkak serta di kaki dan kedua tangannya juga tak luput dari luka. Mahasiswa semester 7 itu saat ditemui Kompas.com, Sabtu (22/12/2012), mengaku sampai saat ini belum mengetahui pelaku penganiayaan karena pada saat kejadian dirinya juga dalam keadaan mabuk minuman keras.

"Malam itu saya bersama empat orang teman minum sopi kampung (minuman keras asli Timor) sebanyak tiga botol di depan SDK Napan. Saat minuman belum habis, dua teman yang lainnya yakni Dorus dan Meks mengundurkan diri dan kembali ke Kefamenanu sementara dua teman lainnya masing-masing Yanus dan Joni tetap minum bersama sampai kami mabuk berat dan tak sadar diri. Saya sadar beberapa jam kemudian saat seluruh badan terasa sakit dari kaki sampai kepala, ditambah dengan banyaknya darah yang mengalir di seluruh badan," kata Yasintus.

Lanjut Yasintus, dia mulai sadar ketika seorang teman memboncengnya ke rumah untuk memberitahukan kepada kedua orangtuanya, kemudian tak berselang lama oleh pihak keluarga, dia pun langsung dibawa ke rumah sakit.

"Kemarin (Jumat, 21/12/2012), keluarga sepakat untuk melapor ke Polres TTU, biar diproses hukum, karena menurut keluarga saya kemungkinan besar dianiaya," kata Yasintus.

Terkait dengan itu, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian. Kepala Sub Bagian Humas Polres TTU, Ipda Sefnat SY Tefa, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, belum ada respon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau