Dikunjungi Jokowi, Warga Kepulauan Seribu Kaget

Kompas.com - 23/12/2012, 13:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini, Minggu (23/12/2012), untuk kali pertama mengunjungi pulau di seberang wilayah Jakarta, yakni Kepulauan Seribu. Selain tidak diketahui oleh wartawan, kunjungan dadakannya ke Kepulauan Seribu bersama istrinya, Iriana Widodo, pun tidak diketahui oleh Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi.

Saat wartawan mencoba mengonfirmasi Achmad Ludfi, ia mengatakan kedatangan Jokowi dan istrinya sangat mendadak sehingga membuat warga kaget. "Beliau datang mendadak, saya sendiri enggak tahu, Mbak," kata Ludfi saat dihubungi wartawan.

Ia mengatakan, saat di Kepulauan Seribu, Jokowi sempat mengunjungi beberapa wilayah kabupaten, menemui masyarakat, dan inspeksi dermaga. Namun, Ludfi enggan menceritakan lebih jauh terkait maksud dan tujuan Jokowi ke Kepulauan Seribu. Ia hanya mengatakan, Jokowi menginginkan supaya Ludfi dapat menggerakkan dan menjaga warganya agar selalu tercipta suasana kondusif.

"Intinya, beliau mengumpulkan masyarakat, lalu beliau menyampaikan apa saja dan menanyakan keluhan warga. Bapak berpesan supaya dapat menjaga wilayah ini lebih kondusif dan wisata menjadi lebih berkembang," kata Ludfi.

Sementara itu, terkait isu yang berkembang bahwa warga Kepulauan Seribu masih terkotak-kotakkan dan masih termarjinalkan antara pendukung Jokowi-Basuki dan pendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Ludfi membantahnya. Menurut dia, seluruh warga Kepulauan Seribu saat ini sudah mendukung kinerja Jokowi-Basuki.

"Ah enggak ada. Semua mendukung Pak Gubernur. Tadi saja, saya ngos-ngosan ngejagain Pak Gubernur dan warga saya. Semuanya berebutan ingin ketemu Pak Gubernur," kata Ludfi.

Sampai pukul 12.00 WIB, kata Ludfi, Jokowi bersama istrinya sudah kembali ke Jakarta dan hanya mengunjungi sekitar dua jam sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut rencana, agenda selanjutnya pada Rabu (26/12/2012) mendatang, Pemerintah Kepulauan Seribu mendapat undangan dari Pemerintah Provinsi DKI. Namun, masih belum diketahui, apakah Jokowi yang akan kembali mengunjungi warga Kepulauan Seribu atau Pemerintah Kepulauan Seribu yang menyambangi Balaikota Jakarta.

Kunjungan Gubernur DKI ke Kepulauan Seribu terbilang unik karena merupakan kunjungan kali pertama Jokowi ke daerah itu. Saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Basuki harus mengakui keunggulan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraih suara mayoritas di Kepulauan Seribu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau