Mitos Anak Bisu karena Dipaksa Menyusu

Kompas.com - 24/12/2012, 06:53 WIB

TANYA :

Dear konselor, saya mau bertanya, apakah benar apabila ASI tidak keluar lagi tetapi saya paksakan anak untuk menyusui dapat membuat  anak menjadi bisu? Masalahnya, ASI saya sudah macet tetapi saya pikir dengan dipancing dengan menyusui ASI  dapat keluar lagi.  Usia bayi saya saat ini  3,5 bulan. Apakah memang ASI bisa keluar lagi, karena asi saya hanya keluar dalam 1 bulan pertama akibat anak saya tidak mau nyusu langsung sehingga saya memompa tetapi hanya satu bulan saja ASInya keluar. Terima kasih.

(Koming, 31, Denpasar)


JAWAB :

Hai mom Koming,

Hehehe.... mom ternyata tetap semangat ya untuk menyusui bayi, meskipun ASI sudah tidak keluar lagi...luar biasa tekad mom Koming.

Memang banyak sekali mitos-mitos yang beredar seputar kegiatan menyusui, termasuk salah satunya kepercayaan ini. Semoga sebagai orangtua kita senantiasa dibekali ilmu yang akurat sehingga bisa secara jitu memilih mana yang fakta, mana yang mitos.

Usaha mom Koming untuk memancing ASI agar bisa keluar lagi dengan membiarkan bayi tetap mengisap payudara itu secara ilmu laktasi dikenal dengan istilah: Relaktasi.

Artinya, masih sangat mungkin mom bisa kembali menyusui dan memberikan ASI kepada sang buah hati. Yuk, baca-baca artikel di web AIMI (www.aimi-asi.org) tentang relaktasi, dan hubungi konselor menyusui AIMI yang terdekat agar bisa didampingi selama menjalankan proses ini.

Good luck ya mom! Tetap semangat.

Salam ASI!

Mia Sutanto, SH, LL.M, konselor laktasi
Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau