"Pak Jokowi, Kami Butuh Solusi!"

Kompas.com - 24/12/2012, 13:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Bidara Cina, Jakarta Timur, menjadi kesempatan warga untuk curhat kepada Jokowi. Mereka meminta Jokowi mencarikan solusi banjir yang kerap datang di daerah mereka.

Hal ini diungkapkan warga saat melihat Jokowi bersama Iriana dan wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto sedang berada di atas perahut karet. Mereka tengah meninjau rumah-rumah yang terendam banjir kiriman dari Bogor.

Ceritanya, setelah sepuluh menit melihat banjir, seorang warga menawari Jokowi untuk naik ke sebuah getek yang terbuat dari seng. Namun, warga yang mendampingi Jokowi mengimbau Jokowi untuk naik perahu karet yang lebih memadai.

Kemudian, dua perahu karet yang cukup besar datang. Satu perahu digunakan untuk para wartawan, dan satu perahu digunakan oleh Jokowi, Iriana, Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto, dan beberapa warga setempat.

Selama berkeliling lokasi banjir, Jokowi sempat menyapa warga yang tidak mengungsi dan memilih berada di lantai dua rumah mereka. Berdasarkan pantauan, banjir di Bidara Cina sudah sampai se-paha orang dewasa. Warga setempat menyapa Jokowi dan mereka meneriakkan keinginan mereka dan harapan-harapan mereka kepada Jokowi.

"Pak Jokowi, sampai kapan ini Pak surutnya? Kami butuh solusinya! Tolong kalinya dibangun supaya tidak banjir terus- terusan," ujar salah seorang warga yang bertahan di rumahnya.

Mendengar itu, Jokowi hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum dan meminta warga untuk bersabar. "Ya, sabar ya, Bu. Nanti kami cari solusinya," kata Jokowi.

Sebelumnya, Camat Jatinegara Sofyan mengatakan, banjir yang menggenangi daerah rumahnya merupakan banjir kiriman dari Bogor sejak semalam. "Kemarin jam 16.00 WIB ketinggian air di Katulampa sudah 180 meter," kata Sofyan.

Sebanyak 4 RW yang terendam banjir. Sofyan mengatakan, RW yang paling parah terendam banjir adalah RW 7 dan RW 11 dan sebanyak 2.500 jiwa yang terdeteksi terendam banjir. Adapun, di RW 11 terdapat sembilan RT yang terendam banjir yang tingginya mencapai 200 sentimeter yaitu RT 3, 5, 6, 9, 10, 12, dan 13.

Bantuan dari Pemprov DKI, kata dia, sudah tersalurkan. "Pagi-pagi sudah mendapatkan kiriman berupa makanan, bubur kacang hijau. Nanti makan malam, warga yang akan memasak sendiri di Dapur Mandiri. Perahu juga sudah ada dari PMI, Satpol PP, dan BNPB," kata Sofyan.

Kunjungan Jokowi ke Bidara Cina hanya sekitar 30 menit. Setelah itu, Jokowi langsung tancap gas menuju lokasi banjir berikutnya, yaitu Bukit Duri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau