Nuansa Batik di Perayaan Natal Gereja Katedral

Kompas.com - 24/12/2012, 17:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemandangan berbeda bisa dilihat di perayaan Natal 2012 Gereja Katedral, Jalan Jayakusuma, Jakarta Pusat. Panitia Natal gereja tersebut mengusung batik sebagai tema Natal tahun ini.

Pastur paroki Katedral, Romo Y Eko Sulistyo SJ mengatakan, pemilihan konsep batik ini untuk lebih mengenal warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah mulai terabaikan. "Kita mengambil tema batik karena zaman sekarang orang-orang banyak yang sudah tidak peduli lagi tentang warisan leluhurnya sendiri. Untuk itu kami ingin berterimakasih kepada Allah yang telah memberikan begitu banyak kasih sayang dan warisan kepada kita semua," ucapnya, Senin (24/12/12012).

Dekorasi batik dapat dilihat di hampir seluruh penjuru gereja, seperti pohon Natal yang dibalut kain batik, altar-altar, dan lorong menuju pintu masuk gereja. Bahkan Gereja Katedral mengharapkan jemaat yang akan datang, mengenakan pakaian batik.

Menurut Romo Eko, Allah telah mengasihi dan sangat peduli terhadap umat-Nya. Di sanalah Allah menjadi juru selamat. Maka dari itu, kata dia, manusia harus selalu berterima kasih atas apa yang telah Allah berikan. Salah satu ucap syukur itu adalah menjaga warisan budaya seperti batik.

"Kerusakan lingkungan, intoleransi, dan penegakan hukum yang tidak memuaskan. Itu semua karena kita tidak bersyukur. Kita mulai dari bersyukur telah diberikan batik sebagai warisan budaya Indonesia yang sangat dikenal orang banyak. Membagikan kasih Allah agar semua orang dapat merasakan kasih Allah bersama," tutur Romo Eko.

Lihat foto virtual reality 360 derajat Arsitektur Gereja Katedral by Kompas Properti di sini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau