Malang

Respons Isu Teror, Tim Jihandak Sisir Gereja

Kompas.com - 24/12/2012, 18:15 WIB

MALANG, KOMPAS.com -- Isu teror bom yang merebak menjelang perayaan Natal, terutama saat pelaksanaan Misa Natal, membuat polisi terus siaga. Seluruh gereja disisir untuk menjamin keamanan dan kenyaman bagi umat Kristiani yang hendak beribadah Misa Natal di gereja.

"Kita turunkan tim Jihandak untuk menyisir seluruh geraja yang ada di Kota Malang demi keamanan, kenyamanan, dan ketenangan umat Kristiani dalam beribadah," jelas Kasubag Humas Polresta Malang AKP Dwiko Gunawan kepada Kompas.com, Senin (24/12/2012).

Selain itu, seribu personel kepolisian juga sudah disiagakan di semua gereja. Gereja yang memiliki jemaat banyak menjadi fokus penyisiran tim Jihandak dari Brimobda Ampeldento. Tim Jihandak yang melengkapi diri dengan alat pendeteksi bom itu menyisir setiap sudut ruang gereja. Seperti penyisiran di Gereja Hati Kudus Jesus, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang.

"Kami terjunkan Jihandak untuk deteksi ancaman teror. Kita tetap siaga, walau isu teror bom saat pelaksanaan Natal itu hanya isu. Ada seribu personel diterjunkan dalam pengamanan selama Natal hingga tahun taru," tandas Dwiko.

Dwiko meminta pengurus gereja juga berperan aktif dalam membantu keamanan, termasuk menghadapi isu ancaman teror.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau