Kefamenanu

Bunyi Petasan Ganggu Misa Natal di TTU

Kompas.com - 24/12/2012, 22:19 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com -- Perayaan Misa malam Natal di sejumlah gereja di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur terganggu dengan bunyi petasan yang tak pernah berhenti sejak sore tadi. Padahal sebelumnya, Kapolres TTU melalui sejumlah media lokal melarang warga membunyikan petasan saat perayaan Misa berlangsung.

Yohanes Bansae, seorang umat yang menghadiri Misa mengaku kesal dengan sikap yang ditunjukan oleh oknum yang tak bertanggungjawab tersebut. Sebab, menurutnya sikap itu tak menunjukan toleransi antar umat beragama.

"Polisi seharusnya merazia peredaran petasan jauh-jauh hari sebelum perayaan Natal, sehingga jangan terjadi seperti ini, yang tentunya akan berakibat terganggunya perayaan Misa. Kalau bisa, mulai besok polisi sita semua petasan yang dijual bebas di sejumlah kios dan toko yang tersebar di Kota Kefamenanu," kata Yohanes, Senin (24/12/2012).

Menurut Yohanes, kerasnya bunyi petasan membuat kaget seluruh umat yang hadir, bahkan mengganggu konsentrasi. Akibatnya harapan umat untuk merayakan malam Natal dengan lancar, dinodai oleh petasan asal China itu.

Yohanes berharap adanya koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian untuk menggagalkan masuknya petasan dari luar daerah.

Sebelumnya, Kapolres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha yang ditemui Kompas.com siang tadi mengatakan, pihaknya akan menertibkan penjual petasan itu karena banyak keluhan warga yang terganggu oleh suara petasan.

"Sebenarnya sudah ada anggota polisi yang akan kita kerahkan keluar masuk kampung sambil menggunakan pengeras suara untuk mengimbau masyarakat tidak membunyikan petasan," ujar Suparwitha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau