JAKARTA, KOMPAS.com — Hujan deras yang mengguyur Jakarta beberapa hari terakhir tidak hanya mengakibatkan banjir, tetapi juga longsor, seperti yang terjadi di bantaran Kali Baru, RT 02 RT 10 RW 10, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tanah yang berada di depan permukiman warga ambles ke dalam kali.
Toni Wiyandjono (32), salah seorang warga, mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi pada Kamis (20/12/2012) sekitar pukul 17.00 WIB lalu, saat Jakarta dan daerah penyangga diguyur hujan deras. Akibatnya, tanah di bantaran Kali Baru sepanjang 20 meter yang berhadapan dengan rumah warga perlahan-lahan ambles.
"Kejadiannya sore jam 17.00 WIB, bertepatan sama tembok roboh di Khong Guan. Suaranya gemuruh karena banyak tumpukan puing yang ikut longsor ke bawah kali," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (26/12/2012).
Akibat insiden longsor itu, warga pun panik. Pasalnya, lokasi longsor berjarak hanya sekitar dua meter dari rumah.
Adapun jarak antara permukiman warga dan permukaan air kali mencapai tinggi sekitar lima meter. Warga pun takut longsor juga akan menimpa rumah mereka.
Tak hanya itu, longsor tersebut juga membuat jalan umum yang biasa dilalui warga terputus. Longsornya memakan setengah jalan yang memiliki lebar sekitar dua meter tersebut.
Menurut Toni, longsor sebenarnya telah terjadi sejak lama. Intensitas air hujan yang tinggi mengakibatkan ketinggian permukaan air di Kali Baru meningkat hingga tiga meter. Kondisi itu memicu tergerusnya tanah yang berada di sisi kiri dan kanan aliran kali tersebut. Antisipasi yang telah dilakukan warga pun tak berarti.
"Sebenarnya, sejak dulu warga sudah melakukan penanaman pohon buat antisipasi longsor, tetapi itu nggak berarti apa-apa kayaknya," ujarnya.
Satu hari pascalongsor, warga setempat pun bahu-membahu mengupayakan antisipasi jangka pendek agar tanah yang berada di depan rumah tidak terus-terusan ambles. Salah satunya ialah dengan menimbun tanah dengan karung berisi tanah serta cor semen agar jalan yang sempat terputus tetap bisa dilewati warga sekitar.
Toni menuturkan, longsor itu juga mengancam pasokan listrik ke permukiman sebab tiang listrik hanya berada sejengkal dari lokasi longsor.
"Untungnya, kemarin semua warga tanda tangan minta tiang listrik dipindahin, akhirnya jadi dipindah," ucapnya.
Toni berharap kegelisahan warga tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah. Warga juga berharap Pemerintah Kota Jakarta Timur menepati janjinya untuk membangun turap di bantaran kali tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang